Print disini Print disini

(Soal-Jawab) Syaikh Yahya tentang “Tarbiyyatun Nisa” bulan Robi’ul Awwal 1433H

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين

Pada hari Selasa pagi (14 Robi’ul Awwal 1433 H) ana (Abu Abdirrohman Shiddiq Al Bugisiy ;ed) dan akh Abu Fairuz hafizhohullah menemui Syaikh Yahya Al-Hajuri hafizhohullah menanyakan suatu permasalahan yang terjadi di Indonesia.

Pertanyaan: Asy Syaikh telah berfatwa bahwasanya ma’had nisa’iy (Tarbiyyatun Nisa) adalah termasuk dari perkara yang muhdats. Mana sebagian ikhwah menyampaikan fatwa tersebut kepada Al Akh Abu Hazim, akan tetapi al akh Abu Hazim masih saja melanjutkan keberlangsungan TN di markiznya. Lalu ada salah seorang ikhwah yang memberikan nasihat-nasihat kepada Abu Hazim disertai dengan hujjah-hujjah dan penjelasan akan bahaya-bahaya yang terjadi pada markiz nisa’iy. Manakala saudara kita ini mendapati bahwasanya Abu Hazim tetap bersikeras akan pendapatnya, mulailah dia menjauhi Abu Hazim. Bahkan manakala masyayikh Dammaj datang ke markiz Abu Hazim untuk muhadhoroh, saudara kita ini tidak datang. Ketika salah seorang bertanya kenapa dia tidak datang, dia jawab: “karena Abu Hazim punya TN”. apakah boleh bagi saudara kita ini untuk menjauhi Abu Hazim karena faktor itu?

Jawaban beliau: jangan kalian hajr (memboikot) Abu Hazim. Dia memang bersalah karena melakukan mukhalafatus sunnah (penyelisihan terhadap sunnah) pada ijtihadnya dalam permasalahan TN, tapi kalian tidak perlu sampai memboikotnya, dan berusahalah menyatukan kalimat ikhwah kecuali siapa yang enggan (memang tidak mau lagi). Dan markiz Abu Hazim termasuk salah satu dari markiz-markiz ahlus sunnah

Pertanyaan: kemudian disebabkan oleh sikap saudara kita tadi terhadap Abu Hazim, maka di pulau lain ada sebagian ikhwah yang mengambil sikap bahwa semua yang punya TN adalah hizbi.

Jawaban beliau: Abu Hazim bersalah karena penyelisihannya terhadap sunnah tadi, akan tetapi untuk dikatakan bahwasanya hal itu merupakan hizbiyyah, maka hukum seperti ini perlu diteliti lagi. Semoga Allah memberi kalian taufiq.

Pertanyaan: untuk waktu dekat ini sekelompok ikhwah yang memiliki sedikit sikap berlebihan tadi hendak mengundang saudara kita yang menjauhi Abu Hazim tadi, untuk mengisi muhadhoroh. Akan tetapi banyak ikhwah yang merasa keberatan untuk menghadiri muhadhoroh tersebut karena sikap yang berlebihan dari panitia tadi. Maka bagaimanakah pendapat Syaikh?

Jawaban beliau: hendaknya para ikhwah tetap saling mengambil faidah satu sama lain. Semoga Alloh memberikan taufiq pada kalian.

Ditulis oleh Abu Abdirrohman Shiddiq Al Bugisiy Al Indonesiy
dengan persetujuan Abu Fairuz Abdurrohman Al Jawiy Al Indonesiy

 

Audio/Artikel terkait:

  1. 12 Nasehat Emas untuk Pengelola TN (Tarbiyyatun Nisa’)
  2. Catatan Kaki untuk Pembela Tarbiyyatun Nisa’ (TN)
  3. Terjemahan Dialog Kholid al-Ghorbani dengan Syaikh Robi’ di bulan Robi’uts Tsani 1433H
  4. (Soal-Jawab) Meremehkan Bid’ah Tarbiyyatun Nisa’ (TN)
  5. Tarbiyyatun Nisa’: Mengapa Terlarang dan Apa Solusinya?
  6. Dialog seputar Hukum Tarbiyyatun Nisa (Markiz Nisa’iy)
  7. (Audio+Terjemahan) Nasehat Syaikh Yahya di Majelis Syaikh Robi’ (Shafar 1433H)
  8. Muhadhoroh-Bengkulu bersama Syaikh Yahya, bulan Sya’ban-1432H
  9. (Soal-Jawab) beberapa pertanyaan kepada Syaikh Yahya pada akhir bulan Rajab tahun 1432H
  10. (Soal-Jawab) Apakah asy-Syaikh Yahya itu bersendiri dalam fitnah al-Mar’i
Kategori: Soal-Jawab - Umum | 1,350x Dilihat