Sikap Syaikh Robi’ terhadap Syaikhuna Yahya al-Hajuri
بسم الله الرحمن الرحيم
SIKAP SYAIKH AL-WALID ROBI’ BIN HADY
TERHADAP
AL-MUJAHID AL-HAMAM YAHYA AL-HAJURY ¹
الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وآله وسلم أما بعد
Terjadi peneleponan dengan Fadhilah Syaikh al-Walid Rabi’ bin Hadi al-Madkhali -حفظه الله- pada pekan yang lalu (3 Muharram 1433H, ed), sebagai kasih sayang/perhatian beliau tentang keadaan anak-anaknya di Dammaj.
Aku meminta ijin beliau -وفقه الله- penyebaran rekaman suaranya maka beliau menganggap baik penyebarannya yang isi/maknanya: Sebagian dari isi percakapan:
- Perhatian beliau atas kabar Dammaj dan setiap aku menyampaikan kabar, beliau berulang-ulang berkata: “الله المستعان (Allah sajalah yang dimintai pertolongan) و الله أكبر الله أكبر ، dan banyak mengucapkan doa, antara lain: اللهم مُنْزِل الكتاب ومُجْرِيَ السَّحاب اهزم هؤلاء الرَّوافض وانصر أهل السُّنَّة عليهم (Ya Allah Yang menurunkan al-Kitab dan Yangmengatur awan, kalahkan Rafidhah ini dan tolonglah Ahlus Sunnah dalam (mengalahkan) mereka.)”
- Demikian juga dorongan beliau -حفظه الله- untuk berjihad melawan Rafidhah dengan ucapan: “والله أنا أرى هذا جهاد في سبيل الله (Demi Allah, aku melihat (jihad) ini adalah jihad fisabilillah.)”
- Dan saat saya berkata kepada beliau, “Ya Syaikh, ada yang menjatuhkan/meremehkan jihad ini dan berkata bahwa ini bukanlah termasuk jihad.” Maka Syaikh marah dan berkata: “Apakah mereka menginginkan Ahlu Dammaj menyerahkan diri-diri mereka kepada Rafidhah?! Menyerahkan diri-diri mereka kepadanya?!”
- Dan Syaikh heran kepada orang menjatuhkan jihad melawan Rafidhah ini dan bertanya, “Siapa yang menjatuhkan ini?!” Saya menjawabnya: “Sebagian ikhwan kita.” Beliau berkata: “أعوذ بالله أعوذ بالله (Aku berlindung kepada Allah. Aku berlindung kepada Allah.)”
- Dan beliau -حفظه الله- berkata: “بلِّغ سلامنا للشَّيخ يحيى والإخوة جميعاً (Sampaikan salam kami kepada Syaikh Yahya dan ikhwah semuanya.)”
- Dan menemaniku dalam peneleponan itu, Akh al-Fadhil Hasan ar-Raimi Abu ‘AbdisSalam -وفقه الله- dan beliau (saat itu) adalah tamu saya.
- Saya memohon kepada Allah untuk melindungi Syaikh kita- Bapak kita- Rabi’ bin Hadi al-Madkhali, dan untuk menolong ikhwan kita Ahlus Sunnah di Dammaj melawan Rafidhah.
Khalid bin Muhammad al-Gharbani
Dammaj,11 Muharram 1433H
![]()
الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين : وبعد
Abu Ikrimah Walid bin Fadhl al-Mawla al-Kholidi
5 Muharram 1433H
¹ Ini adalah terjemahan ringkas yang bisa kami sebutkan untuk membungkam mulut Pak Haji DZUL AKMAL yang berbicara layaknya penjual obat pinggiran dengan logat khasnya, sekaligus memberi ucapan kepadanya ” Selamat Datang Dari Haji Wahai “DAJJAL” !!“ Para pembaca sekalian -semoga Alloh memberi hidayahnya pada kita- bukti ini juga untuk membantah rintihan/ocehan syaithon dari kalangan hizbi jadid yang disebar oleh Kadiv.Humas Luqmaniyyun sekarang yang dijabat oleh Dul Gopur al-Malingi bahwa Syaikh Robi’ -waffaqahulloh- masih men-jahr Syaikh Yahya al-Hajuri sebagai Haddady (bacalah Risalah Ilmiah dari al-Fadhil Abu Fairuz ” Shifatul Haddadiyyah Fi Munaqosyatin ‘Ilmiyyah “). Inilah sikap sesungguhnya Syaikh kita al-Walid Robi -waffaqahulloh- terhadap Syaikh Yahya, mungkinkah Syaikh Robi’ bersikap seperti ini terhadap orang yang dituduhnya haddadi ?? Apakah Syaikh Robi’ penakut ?? sehingga masih men-jahr Syaikh Yahya secara sembunyi-sembunyi ? dan (lagi-lagi) ‘hanya’ di ketahui oleh si Dajjal dari Riau bernama Dzul Akmal ?
Kami pengelola terkadang harus berpikir-pikir ulang untuk menampilkan kejelekan-kejelekan para hizbi jadid (Luqman,cs) lantaran bukti-bukti hizbiyyah dan mubtadiah sudah tidak tersamar bahkan sudah menjurus pelecehan terhadap sunnah dengan terang-terangan karena kebodohannya dan kesombongannya. Nasehat itu sebagaimana Berkata Imam Dammaj Yahya al-Hajuri -semoga Alloh menjaganya-
” Ikhwah Indonesia – hafidzohumulloh – jangan menyibukkan diri untuk membantah seorang yang hina!…Yaa Akhi!…siapa Luqman di sini? Siapa dia Luqman itu? Dia tidak dikenal dalam kafilah, dan tidak pula dalam kelompok, tidak ma’ruf di sini tidak pula di sana” selengkapnya
Adapun Dajjal Riau bernama dzul akmal ini adalah barang yang tidak berharga yang tidak memiliki nilai disisi ahlussunnah, kalaulah dia bukan seorang (yang dianggap) da’i (gadungan) yang masuk ke tengah-tengah kaum muslimin, niscaya kamipun tidak akan bersusah-susah untuk menampilkan kebusukannya, namun sebagaimana para as-salaf yang senantiasa menerangkan al-Haq dan menjelaskan musuh-musuh dakwah, maka kami dengan berat hati menjelaskan (lagi dan lagi) kejelekan orang ini yang dibarisan hizbiyyun di Indonesia nampaknya dijadikan sebagai Duta Besar mendekati Ulama Ahlussunah di Negeri Saudi. -semoga Alloh menjaga Ulama kami disana dari bisikan para dujail -
² Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Syaikh Robi’ minta akh Kholid al-Ghorbani aktif menjembatani beliau dengan Syaikh Yahya. Biar mati kecewa dan malu hizbi mar’iyyah” -selesai-
pada 10 Muharram 1433H
³ Berkata Abu Muqbil (Mangkutana) ” ..dalam kitab-kitab tarojim telah dijumpai para ulama jarhu wa ta’dil menggunakan kalimat fulan “dajjal” yaitu pendusta diantara pendusta” -selesai-
pada 5 Muharram 1433H
Berkata Abu Hazim (magetan) “..Akmal (akal molah malih) berbicarapun orang-orang tak percaya, cukup tampilkan fatwa para ulama tentang pembelaanya terhadap dammaj, sudah mati kutu” -selesai- pada 6 Muharram 1433H
Berkata Abu Arbah (gombong) “..jelas ke-2 pernyataan marhein (dzul akmal) adalah kesesatan dan mengikuti hawa nafsu, pertama mana mungkin syaikh Yahya dipisahkan dari AHLUSSUNNAH di DAMMAJ, padahal syaikh Yahya yang membimbing mereka dan mendidik dengan MANHAJ AHLUS SUNNAH, sehinga ahlussunnah di DAMMAJ berterimakasih dan mendapat kebaikan dengan asbab (sebab) beliau, kedua ini ucapan munkar dari marhein kalau Syaik Yahya (dituduh) haddadi, para ulama mengakui dan memuji beliau dalam pengajaran terhadap sunnah dengan segala kemampuan dan kemudahan yang Alloh berikan padanya baik dengan lisan, tulisan bahkan senjata, dibantahan beliau terhadap segala kesesatan baik terhadap hadadi, rofidhy atau yag lainnya bahkan terhadap khizbul jadid (baca Al-Mar’iyyun dan LUQMANIYYUN,Cs) di saat banyak orang yang terkelabui dengannya” -selesai- pada 11 Muharram 1433H
berkata Abu Usamah (Ambon) “…Amma ba’du, Wallohi ana melihat dzulakmal ini adalah seorang pendusta dan tidak bisa pegang ucapan-ucapannya, dan tidaklah mendorong dia berbuat kedustaan ini kecual kedengkian fanatisme serta pemahamannya yang sudah berlumuran dengan hizbiyyah, tukang adu domba antara Ulama ahlussunnah maka wajib bagi ‘adimul akmal untuk ruju’ dan bertaubat kepada Alloh sebelum hatinya membantu dan kaku” -selesai- pada 11 Muharram 1433H
berkata Abu Abdirrohman (kuningan) ” ..semoga Alloh segera memberikan kemenangan kepada saudara-saudara kita di Dammaj, berbagai macam hikmah yang agung telah kita raih dari apa yang terjadi pada ikhwah kita di Dammaj. Diatara hikmah tersebut “kita menyaksikan bagaimana kokoh dan tegarnya syaikhuna asy-Syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya- dalam membela dan memperjuangkan da’wah salafiyyah. Disisi lain kita bisa melihat KEBUSUKAN mauqif orang-orang ghoir muwaffaq (yang tidak memperoleh taufiq) dari Alloh ta’ala -Nasalulloh an ya’fiyana syarrohum- (semoga Alloh menjaga kita dari kejelekan mereka). Nasihat untuk dzul akmal dan orang-orang yang sejenis dengannya “SEANDAINYA KALIAN TIDAK BISA MENOLONG PARA MUJAHIDIN DI DAMMAJ, JANGANLAH KALIAN MENJADI PERONGRONG BAGI MEREKA” -ana kuatir kalian (hizbiyyun,red) termasuk kedalam firman Alloh ta’ala -man ‘aada lii waliyya faqod aadzantuhu bilharb- barang siapa yang memusuhi waliku maka aku telah menyatakan peperangan padanya) hadits qudsi..dan tuduhan haddadiyyah terhadap syaikh Yahya jauh lebih buruk dari kentut himaar (keledai)” -selesai- pada 11 Muharram 1433H
Berkata Muhammad Ja’far (jambi) ” pertama Syaikh Robi’ menyebutkan salafi di dammaj dan sunni salafi dimarkiz tersebut, sementara yang mengajar, membimbing dan pemimpin di markiz tersebut adalah Syaikh Yahya, apalagi dalam hari-hari blokade ini, tampaklah keilmuan dan kepemimpinan jihadnya, maka suatu perkara yang tidak masuk akal jika syaikh yahya dikecualikan dari Ahlussunnah yang harus di tolong di dammaj. Kedua Syaikh (Yahya al-Hajuri) bukan haddadi, tulisan Abu Fairuz sangat bagus menjelaskan ciri-ciri haddadiyyah, justru Dzul Akmal lah yang terperosok haddadiyyah” -selesai- pada 11 Muharram 1433H
Berkata Abul Husain (Tegal) ” ini adalah ucapan pecundang dalam da’wah yang tidak perlu digubris !, kenyataan akan membuktikan akan kebusukan hatinya dan kedangkalan akalnya” -selesai-
pada 11 Muharram 1433H
Berkata Abu ‘Aisyah Asnur (Surabaya) ” perkara yang sudah diketahui tentang orang ini (dzul akmal) adalah memakan harta dengan nama dakwahnya -na’udzubillahi min dzalik- dan perkataan-perkataanya tidak jarang dari cacian, makian bahkan perendahan dan penghinaan yang tidak pantas ada pada seorang muslim apalagi yang mengaku da’i dan begitu pula orang ini (dzul akmal) akalnya pendek sebagaimana tubuhnya sehingga dengan itu dia dimasukkan dalam kategori orang-orang majruh dari sisi agama dan adab, akhlak serta ciri-ciri da’i rabbani yang mana hal tersebut berimbas kepada pengkabaran-pengkabaran yang harus diteliti dan penuh kehati-hatian apalagi ditemukan pengaburan yang selainnya. Selain dia yang bertentangan dengan apa yang dia sampaikan maka dengan itu kita menjawab dari beberapa sisi sebagai berikut: Pertama bahwa perkataan Syaikh Robi secara tertulis lebih bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan apalagi hal itu tersebar didunia maya (internet, red) sehingga itu lebih tenang dan itulah yang sebenarnya yang semestinya diyakini dan diamalkan karena itu sesuai dengan hakikatnya dan asalnya tanpa ada pengecualian satupun dari mereka (yakni tidak ada pengecualian yang dimaksud dari fatwa tersebut,red). Kedua, wahai kaum muslimin apakah kalian mengira dan menyangka syaikh robi’ hafidzhahulloh seorang yang penakut dan pengecut untuk mengatakan “kecuali hajuri” karena dia haddadi, sehingga syaikh yahya tidak termasuk dalam perkataan Salafiyyin Dammaj ? Kenapa beliau mengatakan dimajelis umum yang bisa didengar/dilihat secara luas oleh seluruh manusia dengan perkataan yang begitu tegas Salafiyyin di Dammaj tanpa pengecualian seoarangpun, kemudian datang kabar dari makhluk (Dujail, Dzul Akmal) ini katanya dimajelis khusus mengingatkan dia (Syaikh Yahya) HADDADI, maka kami sangat berhusnudzon itu tidak terjadi pada diri beliau (Syaikh Robi’) yang mana kita sudah tahu bersama bagaimana beliau dalam mengatakan kebenaran tanpa ada rasa takut kepada siapapun kecali Alloh. Ketiga, semakin menguatkan adalah terjadinya penelponan kepada syaikh robi’ dari pengelola Aloloom.Net yakni al-Akh Khalid al-Ghirbani dan bersama dengan Syaikh Hasan bin Qosim ar-Roymi yang mana didalamnya ada pujian Syaikh Robi kepada Syaikh Yahya dan IKhwah di Dammaj. Bahkan Syaikh Robi’ titip salam kepada Syaikh Yahya dan Ikhwah. Kalau memang Syaikh Yahya seorang Haddadi kenapa Syaikh Robi’ melakukan lemah lembut bahkan salam kepada ahlu bida’ ?. Keempat, kemudian dikatakan kalau memang betul perkataan tersebut maka perlu diketahui bahwa ikhwah-ikhwah yang ada di Dammaj bukan orang biasa apalagi juhalaa (bodoh), tetapi mereka disana adalah ahlul ilmi dan mustafidin serta tholabul ilmi yang mengetahui dan paham tentang haddadiyyah dan ciri-cirinya serta hidup bersama Syaikh Yahya sehingga mereka bisa lebih tahu dengan melihat langsung apakah ciri haddadiyyah ada pada beliau atau tidak ? Kelima, Berarti ikhwah-ikwah semua disana telah menjadi Haddadi pula dan ini sangat bertentangan dengan perkataan (telepon) syaikh Robi’ karenan mayoritas mereka telah menghizbikan ‘Adani (Hizbi jadid pengikut Luqman,cs di Indonesia) dan lantang menyuarakan (fitnah al-Mar’i dengan menulis malzamah dan semisalnya) serta membela Syaikh Yahya dalam fitnah hizbi ‘Adani ini. Keenam, berarti para ikhwah salafiyyin didammaj samapai detik ini belajar (dan berjihad) kepada ahlul bid’ah (haddadi) yang mana sangat menyelisihi ushul ahlussunnah, Ketujuh, dan kalau memang betul dan benar itu perkataan Syaikh Robi’ maka kebenaran itu tidak diketahui karena sosok seseorang namun seseorang itu diketahui karena kebenaran yang mencocoki orang tersebut sehingga dengan ini perkataan Syaikh Robi’ -tanpa mengurangi rasa pemuliaan- harus (didatangkan) bayyinah, dalil serta bukti tentang tuduhan beliau kepada Syaikh Yahya, karena inilah kita terdidik dengannya dari para salaf, termasuk Syaikh Robi’ sendiri mengatakan dalam beberapa kaset yang sudah ditafriq ketika fitnah Abul Hasan (ma’rib,Yaman) “Kalau Imam Ahmad hidup dizaman sekarang dan mengatakan bahwa Abul Hasan adalah Sunni tanpa Bayyinah, maka kami tidak menerimnya karena kami punya bukti dan bayyinah.” Maka inilah didikan (manhaj) yang kita terdidik dengannya sehingga tidak taqlid dan ta’ashub kepada siapapun kecuali dengan dalil. Maka dengan ini tenanglah kalian wahai ikhwah dengna agama yang kita beragama dengannya, serta siapa saja yang terus membela hizbi ‘adani (di indonesia mereka disebut luqmaniyyun) sadarlah kalian karena kalian sedang ter-syubuhati oleh Gerombolan Ustadz Durhaka (Gus-Dur) dari yang mengaku-ngaku lulusan dari dammaj dan lainnya, Allohul musta’aan“-selesai- pada 14 Muharram 1433H
Berkata Abu Ibrohim (Samarinda) ” Ucapan dzul kumal seperti Anjing yang suka meludah dan menjilat lagi ludahnya, ucapannya itu tidak akan memudhoratkan Syaikh (Yahya al-Hajuri). Berapa banyak orang lebih baik dari dia yang berbicara terhadap Syaikh, akan tetapi ucapan mereka tersebut tidaklah memudhoratkan syaikh, apalagi cuma omongan sampah seperti dia, justru perkataan terhadap syaikh akan memudhoratkannya dan membuat manusia mengetahui dia (dan lari) insyaAlloh, dan membuka kedoknya sebagai hizbi -wallohul musta’aan- ” -selesai- pada 17 Muharram 1433H
Penasaran siapa sebenarnya Dajjal Riau (?) -Dzul Akmal- anda bisa membaca/mendengar langsung caci makinya, penghinaan, perendahan, kesombongan dirinya serta bualannya disini dan disini juga disini dan disini atau disini
CRC32: 42444ADC
MD5: 8E405EB0930012F925250C47327B5E15
SHA-1: E19E7D0E530344DD5D49AB9B7331439C99DF63D0
Perhatian Syaikh Robi terhadap Syaikh Yahya (126.7 KiB, 557 hits)
FileHashes
CRC32: 033BFE52
MD5: F8F31E07893886E304D640C396F54946
SHA-1: B37BA427669FD94BAA1837BBBF5713F2FF43A367
Telp Syaikh Robi dengan Khalid al-Gharbani (289.3 KiB, 244 hits)
Audio/Artikel terkait:
- Terjemahan Dialog Kholid al-Ghorbani dengan Syaikh Robi’ di bulan Robi’uts Tsani 1433H
- (Soal-Jawab) Syaikh Yahya tentang “Tarbiyyatun Nisa” bulan Robi’ul Awwal 1433H
- (Audio+Terjemahan) Nasehat Syaikh Yahya di Majelis Syaikh Robi’ (Shafar 1433H)
- Seruan Jihad oleh Syaikh Yahya al-Hajuri (1 Muharram 1433H) Audio+Terjemahan
- Khutbah Idul Adha 10 Dzulhijjah 1432H – Syaikh Yahya al-Hajuri
- Muqoddimah untuk Syaikh Robi al-Madkhali dari Imam Darul Hadits Dammaj (Terjemahan Indonesia)
- Keseharian Imam Darul Hadits Dammaj (Abu Abdirrohman Yahya bin Ali al-Hajuri)
- Adzan (al-Muhaddits Abu ‘Abdirrahman Yahya bin ‘Ali al-Hajuri)
- Biographi Syaikh Yahya bin Ali Al- Hajuri
- Majelis Utusan Syaikh Yahya al-Hajuri
