(Audio+Terjemahan) Muhadhoroh Syaikh Robi’ di Dammaj (Shafar 1433H)
Kalimat Asy-syaikh Yahya bin Ali Al-Hajury –hafidhzohulloh-
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله-صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليمًا كثيرًا : .أما بعـــد
Kita memuji Alloh yang berfirman dalam kitabnya yang mulia :
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
dan apa saja nikmat yang ada pada kamu , Maka dari Alloh-lah , dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, Maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (An-Nahl 53)
Maka kita memuji Alloh yang menganugrahkan kepada kita dan melebihkannya , yang memberikan kita dan memperbanyaknya , memberikan kita makan , minum , kecukupan dan perlindungan , dan Dia menguji kita dari segala ujian yang baik .
Kita memuji Alloh Azza wa Jalla yang memudahkan bagi kita dan Maha suci Dia yang terus menerus memudahkan kita menuntut ilmu yang bermanfaat yang dengan ilmu Alloh meninggikan pemiliknya dengan beberapa derajat , dan Dia-lah yang berfirman :
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Alloh meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Al-Mujadilah 11)
Dan yang memahami perkara-perkara adalah pemiliknya (ilmu) dan Dia-lah yang berfirman :
وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ
Dan perumpamaan-perumpamaan tersebut Kami buat untuk manusia , dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.( Al-Ankabut 43)
Dan Dia –lah yang berfirman : إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Sesungguhnya yang hanyalah takut kepada Alloh di antara hamba-hamba-Nya adalah ulama (Fathir 28)
Beberapa kalimat ini adalah diibaratkan sebagai pendahuluan untuk yang mulia Al-‘Allaamah Asy-Syaikh Robi’ –semoga Alloh menjaganya- , dan beliau telah menghubungi sebagian saudara-saudara kita menginginkan untuk memberikan suatu kalimat(nasihat) kepada mereka ,untuk mendengarkan tanggapan dan mengetahui keadaan , dan dengan kehendak Alloh belum dimudahkan perkara tersebut , dan beliau ingin mengucapkan salam kepada kalian , demikian juga merasa tenang dengan kabar/keadaan kalian. Dan juga senang untuk berbica bersama kalian , dan memberikan apa yang Alloh Azza wa Jalla berikan baginya dari kebaikan , nasihat dan juga ilmu.
Dan dia adalah seorang lelaki yang banyak ilmu , yang terkenal , ayah yang perhatian terhadap sunnah dan Ahlussunnah , mencintai sunnah dan Ahlussunnah , dan membela sunnah dan Ahlussunnah .
Dan sungguh kalian telah ketahui bahwa saya , demikian juga beliau –dan hanya bagi Alloh pujian- pada puncak rasa saling cinta-mencintai , bersungguh-sungguh dalam memberikan manfaat bagi islam dan kaum muslimin , -dan kita memohon Alloh Azza wa Jalla agar menjadikan manfaat dan keberkahan untuk islam dan kaum muslimin , dan menolak dari kita fitnah yang nampak darinya atau yang tersembunyi.
Dan saya yakin bahwa beliau mendengarkan ucapan ini sekarang , dan kami senang untuk menghadiakan kalian dengan nasihat sebagaimana beliau senang untuk memberikan nasihat tersebut , ziarah dan kalimat-kalimat yang bermanfaat , maka silahkan dengan perantaran telephone , dan silahkan mendengarkan suaranya demikian juga suara saudara-saudara kita Ahlussunnah dalam kaset-kaset , buku-buku , nasihat-nasihat dan arahan-arahan mereka.
Dan sungguh demi Alloh tentram hati kami , dan kami merasakan seakan-akan kami sebagaimana yang Rosululloh-shollallohi ‘alaihi wa sallam- sabdakan :
المؤمن للمؤمن كالبنيان يَشُدُّ بعضُه بعضاً
seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya adalah bagaikan bangunan , mengeratkan satu sama lainnya.
Dan beliau juga berssabda :
مثل المؤمنين في توادهم و تراحمهم و تعاطفهم مثل الجسد؛ إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسّهر والحمّى
perumpamaan kaum mu’minin dalam kasih sayang mereka adalah bagaikan suatu tubuh apabila suatu bagian darinya kesakitan , maka seluruh tubuh akan saling terkait dengan tidak tidur dan panas.
Dan Asy-syaikh Robi’ –hafidhzohulloh- tahu dan kamu semua tahu bahwa saya mencintainya dan saya mencintai Ahlussunnah , saya mencintai sunnah dan pemeluknya demikian juga beliau , maka AHLAN WA SAHLAN untuknya , untuk arahan dan salam serta ketenangan beliau terhadap mereka.
Dan pada kesempatan kali ini terlebih lagi setelah apa yang Alloh Azza wa Jalla mudahkan -dengan keutamaan dan keni’matan serta kemuliaannya dan bagi-Nya-lah Al-fadhl wa Minnah –berupa masuknya pangan dan terangkatnya keburukan walaupun sedikit ,walaupun -Alhamdulillah- masih ada yaitu perkara yang kami memohon kepada Alloh agar menolak seluruh keburukan. Akan tetapi (bersamaan itu) terwujud kebaikan , kita memuji Alloh yang Maha Suci dan bersyukur atas kebaikan tersebut.
Dan saya berterima kasih kepada seluruh Ahlussunnah , para ulama’, para pemberani , para da-i dan seluruh yang memberikan kebaikan kepada kami dan yang mulia Asy-syaikh Robi’-hafidhzohulloh-
Maka kepada nasihatnya dipersilahkan , silahkan wahai syaikh! ………
Kalimat Asy-Syaikh Robi’ –hafidhzohulloh- 
بسم الله الرحمن الرحيم
إِنْ الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِالْلَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مِنَ يَهْدِهِ الْلَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَا الَلّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ-صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم-.
Saya memohon kepada Alloh untuk menjadikan bertemuan kali ini bersama saudara-saudara dan anak-anak kami di Markis Sunnah dan pusat dari pusat-pusat sunnah (yaitu) di Dammaj .
Saya memohon kepada Alloh yang maha Suci dan Maha Tinggi agar menjadikan pertemuan ini berberkah , bermanfaat , dan juga menyatukan hati . dan tiada suatu perkara yang mengobati suatu permasalahan dan marabahaya, menolak kesesatan dan fitnah yang sepadan dengan ilmu yang bersumberkan dari kitabulloh dan Sunnah Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- (yaitu) ilmu yang mewarisi sifat muroqobah dan takut kepad Alloh tabaroka wa ta’ala :
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Sesungguhnya yang hanyalah takut kepada Alloh di antara hamba-hamba-Nya adalah ulama(orang-orang yang memiliki ilmu) (Fathir 28)
Dan ilmu menggiring kita untuk mengagungkan dan memuliakan Alloh Subhanahu wa ta’ala , mendekatkan kepada-Nya , untuk mengenali nama-nama dan sifat-sifat Alloh , nama-nama-Nya yang indah dan sifat-Nya yang tinggi. Dan hal ini kita ambil dari kitabulloh dan sunnah rosululloh-shollallohu ‘alaihi wa sallam-
Dan tiada suatu perkara yang lebih dicintai oleh Alloh Azza wa Jalla dari pada pujian, oleh karena itu Alloh memuji dan menyanjung dirinya , dan menutup seluruh atau kebanyakan ayat-ayat dengan suatu nama dari nama-nama-Nya , atau dua nama , atau menutup dengan suatu sifat dari sifat-sifat-Nya –subhanahu wa ta’ala- atau dua sifat.
Dan untuk kita mengetahui keagungan Alloh tabaroka wa ta’ala dengan (mengetahui) nama-nama dan sifat-sifat-Nya dan Dia beristiwa diatas Arsy dan Dia-lah subhanahu wa ta’ala mengetahui segala sesuatu , meliputi segala sesuatu dengan ilmu , dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu , mengetahui apa yang disembunyikan hati , dan tidaklah tersembunyi baginya sesuatu yang tersembunyi.
Dan wajib untuk kita menyadari ilmu Alloh yang luas (meliputi) segala sesuatu , yang hal tersebut mendorong kita untuk mengagungkan dan memuliakan –Nya subhanahu wa ta’ala , dan juga menyadari bahwa Dia mengawasi segala pergerekan dan diam kita –subhanahu wa ta’ala- dan Dia-lah yang maha Kuasa terhadap segala sesuatu yang tidak ada yang melemahkannya seuatu apapun dibumi atau dilangit ,
فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ
Dan Alloh berkata kepadanya (langit) dan bumi : “Datanglah kamu berdua dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.(fushshilat 11)
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.(Yaasiin 82)
Maha Suci Alloh dan Maha Tinggi
Dia melihat seluruh yang melihat dan yang dilihat , maka tidak ada suatupun yang tersembunyi baginya ,-subhanahu wa ta’ala- baik yang dibumi ataupun dilangit ,
Dan kita merasakan penglihatan , ilmu , kekuasaan ,keagungan Alloh subhanahu wa ta’ala , dan hal ini tidak bisa kita dapatkan kecuali dari ilmu yang shohih/sah yang bersumber dari kitabulloh dan sunnah rosululloh-shollallohu ‘alaihi wa sallam-
Datang seorang pendeta dari kalangan yahudi kepada rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- dan berkata : apakah telah sampai kepadamu bahwa Alloh yang Maha Tinggi meletakkan langit-langit pada hari kiamat diatas jari , bumi diatas jari , pegunungan diatas jari , pepohonan diatas jari , air dan tanah diatas jari dan seluruh ciptaan diatas jari , kemudian Dia menggoncangkannya dan berkata : Saya adalah Al-Malik (Raja)? Maka rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam – tertawa sampai tampak gigi gerahamnya , membenarkan ucapan sang pendeta. Kemudian membaca :
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dan mereka tidak-lah mengagungkan Alloh dengan pengagungan yang semestinya Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya . Maha suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.(Az-zumar 67)
Maka hendaknya kita merasakan wahai para pemuda dan penuntut ilmu , kita merasakan keagungan Alloh tabaroka wa ta’ala dan mencintai-Nya dari lubuk hati yang paling dalam , dan mencintai rosul-Nya –‘alaihish sholatu wassalaam- tiga perkara yang barang siapa perkara tersebut ada padanya maka akan mendapatkan manisnya keimanan –bersungguh-sungguhlah kamu untuk mendapatkan manisnya keimanan- yaitu : untuk Alloh dan rosul-Nya lebih ia cintai dari pada selain keduanya , untuk ia mencintai seseorang tidak lain kecuali karena Alloh …(Maha Suci Alloh , AllohuAkbar) yaitu : ia lepas dari hasrat , keinginan dan syahwat dan tidak mencintai kecuali dalam (agama)Alloh tabaroka wa ta’ala , dan ia membenci untuk kembali ke kufuran(riddah) setelah Alloh menyelamatkannya dari kekufuran , sebagaimana ia membenci untuk dilempar kedalam api , (ia membenci kekufuran dengan kebencian yang sangat , membenci untuk kembali kepada kekufuran seperti bencinya untuk dilempar kedalam api , membenci orang-orang kafir dan kekufuran , membenci bid’ah –wal’iyadzu billah- dan menghindarinya , semua itu sebagai bentuk kecintaan dalam (agama) Alloh dan teguh berpegang dengan tali agama- Nya .
Saya katakan : Asy-syaikh Yahya telah menukilkan kepada kalian sebagian dari keutamaan ilmu dan saya juga telah menyebutkan sebagian darinya dan saya akan menyebutkan yang lainnya – barokallohu fiikum- sesuai dengan kadar yang Alloh mudahkan dari waktu(yang tersisa).
Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman kepada rosul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam- :
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Dan Katakanlah: “Wahai Robb-ku , tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”(Taahaa 114)
Dan Alloh berfirman kepadanya :
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka , sebagai bunga kehidupan dunia .(Thaahaa 131)
kita dilarang untuk cenderung kepada kehidupan dunia dan kepada apa-apa (harta) yang dimiliki manusia –subhanahu wa ta’ala- dan memerintah beliau untuk meminta tambahan ilmu.
Maka kita memohon kepada Alloh agar menambahkan kita ilmu dan pemahaman dalam agama ,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Barang siapa yang Alloh hendaki baginya kebaikan maka Alloh akan pahamkan dalam agama.
Dan tidak diperbolehkan cemburu pada sedikitpun dari perkara dunia dan dengki terhadap sebagian dari perkara dunia , akan tetapi karena (tingginya) kedudukan ilmu disisi Alloh tabaroka wa ta’ala , Alloh tidak mengharamkan dan tidak melarangnya , dan tersisa hasad untuk hal ini yaitu al-Ghibthoh / cemburu
لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الحَقِّ
Tidak dibolehkan cemburu kecuali pada dua perkara : seorang yang Alloh anugrahkan kepadanya harta kemudian ia habiskan dalam kebenaran .
Orang ini mendapatkan harta kemudian ia membelanjakannya pada jalan Alloh , pada tempat-tempat nya , mengingfakkannya pada arah kanan , kiri , depan , belakang sesuai dengan cara rosululloh yang mulia –‘alaihish-sholatu wassalaam- maka orang ini dicemburui karena kebaikan itu.
وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الحِكْمَةَ.
Dan seorang yang Alloh anugrahkan Al-Hikmah
Al-hikmah yaitu Al-ilmu
…فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
Kemudian ia mengambil keputusan dengannya dan mengajarkannya.
Ia mengambil keputusan/kebijakan antara manusia dan mengajarkannya kepada manusia , ia memutuskan dengan adil dan inshof antara manusia , dan mengajarkan hamba-hamba Alloh menyebarkan kebaikan dan ilmu ini ditengah-tengah mereka. Orang ini dicemburui yaitu hasad ini dinamakan gibthoh(cemburu) dan gibthoh adalah : engkau mengharapkan apa yang ada pada orang lain dari kebaikan , engkau menginginkan (kebaikan) sepertinya , tidak mengharapkan hilangnya keni’matan tersebut dari pemiliknya.
Hasad/dengki adalah suatu yang dibenci disisi Alloh , orang pendengki dibenci oleh Alloh tabaroka wa ta’ala disebabkan ia menginginkan hilangnya kenikmatan dari hamba-hamba Alloh tabarka wa ta’ala dan ia suka agar ia berkesan dengan kebaikan dan keluasan harta didunia dan seterusnya.
Seorang mu’min yang ‘alim lagi bersih menjauh dari perkara-perkara ini dan mendekatkan diri kepada Alloh tabaroka wa ta’ala dengan hal-hal yang dicintai dan diridhoi oleh Alloh subhanahu a ta’ala dan bersaing dengan wali-wali-Nya dalam kebaikan , mengingfakkan harta , menuntut ilmu , mendapatkan , menambah , menyebarkannya ditengah-tengah manusia , maka ini-lah hal atau perkara-perkara yang terpuji disisi Alloh tabaroka wa ta’ala.
Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- juga bersabda tentang keutamaan ilmu :
إِنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنَ الْهُدَى، وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَتْ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ، قَبِلَتِ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتِ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ، وَكَانَ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتِ الْمَاءَ، فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ، فَشَرِبُوا مِنْهَا وَسَقَوْا وَزَرَعَوْا، وَأَصَابَ طَائِفَةً مِنْهَا أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً، وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً
Sesungguhnya perumpamaan perkara yang Alloh mengutus-ku dengannya berupa petunjuk dan ilmu adalah bagaikan hujan yang menimpa tanah , menimpa suatu lahan yang baik(subur) , menerima air kemudian menumbuhkan rerumputan dan tumbuhan yang banyak , dan menimpa tanah yang cekung yang menampung air , maka Alloh memberikan femanfaatan kepada manusia , merekapun minum ,dan berkebun dengan air tersebut , dan menimpa lahan yang gersang tidak menampung air tidak juga menumbuhkan rerumputan.
Maka manusia terbagi menjadi tiga (dalam hal ilmu)
- Bagian yang menerima apa-apa yang Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- datang dengannya , cinta , faham , pengamalan , dan pengajaran.
Maka ini bagaikan tanah subur yang menerima air kemudian menumbuhkan rerumputan dan tumbuhan yang banyak , bahkan manfaatnya lebih besar dari tanah . karena dengan ilmu jiwa-jiwa bisa hidup , dan karena ilmu jiwa tersebut menjadi siap untuk keridhoaan Alloh dan taman-taman yang luasnya seluas langit dan bumi disiapkan untuk orang-orang yang bertaqwa , sebagaimana sabda Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- kepada ‘Ali bin Abi tholib :
لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ من حُمْرُ النَّعَمِ
Alloh memberikan petunjuk kepada seseorang disebabkanmu itu lebih baik dari pada seekor onta merah.
Dan ini bagian pertama yaitu yang menerima apa saja yang dibawa oleh Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- berupa kitabulloh , dan sunnah. Kemudian ia serius dalam memahaminya , mengeluarkan darinya masail , usul-usul , kebijakan/keputusan , hukum-hukum , mengetahui dengannya hal-hal yang halal , harom dan aqidah. Kemudian mengajak/menyeru manusia kepadanya . terjun ditengah-tengah manusia ,maka ini-lah yang seperti tanah yang subur yang menghimpun air dan menumbuhkan rerumputan dan tumbuhan yang banyak
- Kelompok yang kedua : menerima ilmu tersebut akan tetapi hanya sekedar menampungnya , adapun pemahaman tidak setara dengan apa yang Alloh anugrahkan kepada kelompok yang pertama. Akan tetapi ia menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain. (bisa saja orang yang disampaikan lebih menampung dari pada yang mendengar) sebagaimana dalam hadits Ibnu Mas’ud –rodhiyallohu ‘anhu- , ia menyampaikan apa yang ada padanya dengan penuh amanah , menghapalkan sunnah rosululloh-shollallohu ‘alaihi wa sallam- dengan hapalan yang terperinci dan menyampaikannya kepada ummat dengan amanah. Maka ini berserikat dengan saudaranya dalam kebaikan bagaikan tanah yang menampung air kemudian Alloh memanfaatkan manusia dengannya.
- Kelompok ketiga : yaitu yang tidak menerima petunjuk Alloh dan tidak mengangkat kepala (berbangga) dengannya . dan mereka adalah orang-orang kafir dan munafik , pelaku bid’ah dan kesesatan –wal’iyadzu billah- mereka tidak-lah mengangkat sedikitpun dari petunjuk Alloh yang mengutus Muhammad –shollallohu ‘alaihi wa salam- dan juga tidak mengangkat kepala (berbangga) dengannya.
Kita semua mengharap kepada Alloh agar kita termasuk pada dua kelompok pertama yang mana mereka menerima petunjuk Alloh dan berbangga dengannya , memahaminya , mendatangkan manfaat untuk diri mereka masing-masing dengan nya , kemudian mereka mengamalkan kandungan-kandungannya berupa aqidah dan hukum , halal dan harom , sampai akhir konsekuwensi/keharusan ilmu tersebut yang bersumberkan Al-Kitab dan As-Sunnah.
Saya menganjurkan diriku sendiri dan kamu sekalian untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, memahami kitabulloh, dan sunnah rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- sesuai dengan pemahaman salafush sholeh , yang dengannya kita mengetahui pengesaan Alloh dalam rububiyyah , Al-Asma wash-shifat, dan tauhid dalam peribadatan, yang dengan ilmu tersebut kita mengetahui seluruh jenis-jenis tauhid dengan sebenar-benar pengetahuan dan apa-apa yang bertentangan dengannya berupa kekufuran, kesyirikan dan kesesatan, kemudian menjahui kesyirikan, kesesatan , dan kemaksiatan-kemaksiatan yang menafikan ushul (pokok-pokok) ini.
Maka dengan ilmu tersebut kita menjaga dan beragama/beribadah kepada Alloh tabaroka wa ta’ala pada seluruh jenis ilmu yang diantaranya ilmu tauhid dan menyebarkannya ditengah-tengah manusia , karena manusia di setiap daerah pada saat ini sangatlah butuh agar tersebarnya bentuk-bentuk tauhid : tauhid rububiyyah yaitu Alloh yang mencipta , yang memberi rezki , yang menghidupkan , yang mematikan yang menciptakan langit dan bumi ,menciptakan segala seuatu –subhanahu wa ta’ala- dan Dia-lah sang pemberi rezki yang memiliki kekuatan yang kokoh-subhanahu wa ta’ala-
Dan tauhid Al-asma’ wa Ash-shifat yaitu dengan mengetahui nama-nama dan sifat-sifatnya :
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الجَنَّةَ
Sesungguhnya Alloh memiliki Sembilan puluh Sembilan nama barang siapa yang menhafalkannya maka akan masuk surga
Dan diantaranya(sifat-Nya) Al-Ilm , Al-Qudroh , Al-Irodah , As-Sam’u , Al-Bashor ini disebut sifat dzatiyyah , adapun sifat fi’liyyah seperti An-Nuzuul , Al-Majii’ pada hari kiamat –subhanahu wa ta’ala- , Ar-ridho , Al-Ghodhob dan yang serpa dengan itu , kita mengilmui hal-hal iniberiman tentangnya , beragama/beribadah kepada Alloh dengannya dan menyebarkannya ditengah-tengah manusia
Seluruh jenis tauhid kita sebarkan kepada manusia , karena manusia sangatlah butuh kepada kebaikan ini , terlebih lagi para ulama’ yang buruk memerangi manhaj ini –yaitu manhaj salaf- yang mencakup seluruh jenis tauhid , mengandung bentuk berserah diri kepada Alloh tabaroka wa ta’ala pada setiap perintah , larangan , teguran , janji dan ancaman-Nya , hal-hal ini seluruhnya lengkap disisi Ahlussunnah wal Jama’ah yang mana mereka beribadah dengan wahyu tersebut dalam kitabulloh dan sunnah rosululloh-shollallohu ‘alaihi wa sallam- sesuai dengan syariat Alloh , sesuai dengan yang diinginkan Alloh , dan sesuai dengan apa yang rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- ajarkan dan yang diambil oleh para sahabat.
Demikian juga kita mengetahui kedudukan rosululloh-‘alaihish-sholatu was-salaam- dari Al-Qur’an Al-‘Adhziim dan ia adalah rosul yang paling mulia , sayyidunnaas pada hari kiamat , orang yang paling pertama memberikan syafa’at , dan dia-lah-shollallohu ‘alaihi wa sallam- yang memiliki syafa’at(Al-Kubro) –semoga Alloh menjadikan kita dari orang-orang yang mendapatkan syafa’atnya- , kita mengetahui kedudukannya , beliau menyampaikan risalah , menunaikan amanah ,dan menasihati ummat –‘alaihish-sholatu was-salam-
Kita juga mengetahui keagungan Al-Qur’an dan dia adalah kalamulloh tabaroka wa ta’ala , kalamulloh yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu , dan kalamulloh bukanlah makhluk menyelisihi orang-orang sesat dan pelaku bid’ah dari kalangan rofidhoh , al-khowarij , al-mu’tazilah , Al-jahmiyyah dan yang semisal dengan mereka dari orang-orang yang sesat.
Kita mengimani Al-Qur’an ini memuliakan dan mengagungkannya , dan kita beragama kepada Alloh dari lubuk hati yang paling dalam bahwa Al-Qur’an adalah Kalamulloh tabaroka wa ta’ala, tidak terdapat kebathilan/kesalahan didalamnya.
Dan kita mengimani sunnah rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- dan sunnah adalah penjelas bagi Al-Qur’an , menjelaskan yang global , mengkaitkan yang mutlak –barokallohu fiikum- dan menerangkan hal-hal ini seperti sholat yang disebutkan dalam Al-Qur’an secara global , demikian juga zakat, puasa , haji , berupa perincian , penjelasan yang mendetail , syarat-syatat yang mengesahkan dan yang membatalkan nya , demikian juga dalamnya(sunnah) terdapat penjelasan dari rosululloh –‘alaihish-sholatu was-salaam- yang mana Alloh menyandarkan kepadanya penjelasan Al-Qur’an :
وأنزلنا إليك الذكر لتُبيّن للناس ما نُزِّل إليهم
Dan kami turunkan kepadamu Adz-dzikr(As-sunnah) agar kamu menjelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka (An-Nahl 44)
Maka rosululloh-pun menegakkan penjelasan tersebut dengan rupa yang paling sempurna –sholawaulloh wa salamuhu ‘alaihi-
Kita memuliakan para sahabat nabi Muhammad –shollallohu ‘alaihi wa sallam- , dan mengetahui kedudukan mereka , karena mereka beriman kepada rosululloh –‘alaihish-sholatu was salaam- berjihad bersamanya dengan harta dan jiwa , dan dengan mereka Alloh menaklukkan daerah-daerah(kufur) , dan dengan mereka Alloh memberikan petunjuk ummat dan bangsa , bagi mereka pahala , dan pahala siapa yang beriman kepada Alloh dan mengikuti mereka sampai hari kiamat –ridwanullohin’alaihim-
Alloh menyanjung mereka dalam Al-Qur’an Al-Karim dalam ayat-ayat yang banyak , diantaanya firman Alloh tabaroka wa ta’ala :
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Alloh (At-Taubah 100)
dan berfirman :
وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Alloh menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Hadiid 10)…….
لَا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ أُولَئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Kadangkala saya menghafalkan ayat kemudian hilang dariku karena ketuaan/usia lanjut …….
لَا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ أُولَئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى
Tidak-lah sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Alloh menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik.(Al-Hadiid 10)
لَوْ أَنْفَقَ أَحَدُكُمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
Seandainya salah seorang dari kalian mengingfakkan emas sebesar gunung uhud tidaklah akan menyamai (infak) sekepal tangan mereka(sahabat) tidak juga setengahnya.
Maka kita mencintai mereka melebihi kecintaan kita kepada diri kita , anak-anak dan harta-harta kita , kita mencintai mereka dari lubuk hati yang paling dalam sebaigai bentuk taqorrub kepada Alloh dan sebagai bentuk syukur kepada mereka atas apa yang mereka sajikan berupa jihad , infak harta dan jiwa , penaklukan daerah , petunjuk/hidayah kepada manusia melalui mereka ,
Kita mengenali kedudukan mereka dan berlepas diri dari musuh-musuh mereka yang membenci , memcaci bahkan mengkafirkan mereka –semoga Alloh membinasakan musuh-musuh mereka bagaimanakah mereka sampai berpaling?-
Saya memohon kepada Alloh wahai para pemuda agar Alloh membukakan bagi kalian , merizkikan kepada kalian ilmu yang bermanfaat , amalan sholih dan menjadikan kalian sebagai sebaik-baik da-i kepada Alloh tabaroka wa ta’ala.
Saya wasiatkan kepada kalian untuk berhias dengan Akhlak yang mulia menteladani rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- yang mana Alloh mempersaksikan bahwa beliau berada pada akhlak yang agung :
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.(Al-Qolam 4)
Dan apabila kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla menggunakan akhlak yang baik ini :
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Serulah (manusia) kepada jalan Robb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An-Nahl 125)
Kita menempuh jalannya Rosul –shollallohu ‘alaihi wa sallam- dalam pengamalan-nya terhadap Al-Qur’an dan mulazamah dengannya –shollallohu ‘alaihi wa sallam- dan penjelasannya kepada manusia serta mengamalkannya pada setiap kondisi/keadaan , menteladani rosul dan menelusuri langkahnya selangkah demi selangkah dalam dakwah , penyampaian dan akhlak-nya.
(saya wasiatkan) untuk saling bersaudara antara sesama Ahlussunnah –ini adalah suatu hal yang agung- , saling cinta mencintai dalam (agama) Alloh tabaroka wa ta’ala , rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : Alloh Azza wa Jalla berfirman :
أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بجَلاَلِي؟ الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي
Manakah orang-orang yang saling cinta-mencintai dalam keagungan-Ku ? pada hari ini Saya naungi mereka dalam naungan-Ku dihari yang tiada naungan kecuali naungan-KU.
Demi Alloh , sungguh saling cinta-mencintai mengangkat derajat seseorang disisi Alloh tabaroka wa ta’ala , Alloh mengangkat dengannya , dengan saling mencintai beberapa derajat disisi Alloh tabaroka wa ta’ala , dan cukup bagi kita hadits ini dan hadits tujuh golongan yang dinaungi oleh Alloh dalam naungan-Nya dihari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya : وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
Dan dua orang yang saling mencintai dalam (agama) Alloh berkumpul dan berpisah atasnya.
Dan Mu’adz rodhiyallohu ‘anhu berkata , saya mendengar Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda ,Alloh berfirman di hari kiamat :
وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ، وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ، وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ، وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ
Telah pasti kecintaanku bagi orang-orang yang saling cinta-mencintai , kunjung-mengunjungi , beri-memberi , bermajelis karena-Ku.
Yaitu manusia saling mencinta diatas perkara dunia , saling berkunjung , tolong-menolong , …. demikian dan demikian
Adapun seorang mu’min yang jujur setiap amalannya karena Alloh –subhanahu wa ta’ala- menginginkan dibalik setiap amalannya keridhoan Alloh dan menginginkan untuk mendapatkan suatu kedudukan disisi Alloh untuk menjadi dari golongan orang-orang yang dicintai disisi Alloh.
Maka bersemangatlah untuk saling mencintai dalam (agama) Alloh , dan saling menyayangi karena-Nya , dan kaum mu’minin bagaikan satu jasad apabila salah satu dari tubuh itu sakit , makla seluruh tubuh akan saling panggil memanggil dengan panas dan tidak tidur.
Saya memohon kepada Alloh tabaroka wa ta’ala agar menjadikan kita dan kamu sekalian termasuk golongan yang baik , sesungguhnya Robb kita Maha mendengarkan do’a dan sholawat dan salam bagi nabi –kita , keluarga dan para sahabatnya .
Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuhu , sampaikan salamku kepada saudara-saudaraku pada keumuman Yaman , dan saya memohon kepada Alloh –subhanahu wa ta’ala – agar menyatukan hati-hati , dan mengumpulkan kita diatas kalimat taqwa , kalimat Al-Haq , diatas tauhid , mencintai , memuliakan , mengagungkan-Nya dan mencintai rosul-Nya dan apa yang beliau datang dengannya sesungguhnya Robb kami maha mendengarkan do’a .
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
- selesai -
Sumber : http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=125919
Tambahan perbincangan antara Asy-syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajury dan Asy-syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy hafidhzohumallohu tabaroka wa ta’ala , dimana tambahan ini adalah suatu hal penting , dalamnya terdapat ajakan Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy –hafidhzohulloh- kepada Asy-syaikh Yahya Al-Hajury –hafidhzohulloh- untuk juga memberikan nasihat kepada para penuntut ilmu di kota Makkah saat-saat pelajaran Asy-syaikh Robi’ –hafidhzohulloh- yang dilaksanakan di rumah beliau.
Asy-syaikh Robi’ : Sampaikan salam kami kepada kepada seluruh saudara-saudara kita!
Asy-Syaikh Yahya: mereka mendengarkannya, barokallohu fiikum.
Asy-syaikh Robi’: Semoga Alloh menjadikan kamu sekalian sebagai para da’i yang mendapatkan petunjuk.
Asy-syaikh Yahya: JazakAllohu khoiron
Asy-syaikh Robi’: pemberi petunjuk mendapatkan petunjuk , dan da i yang jujur lagi ikhlash
Asy-Syaikh Yahya: BarokAllohu fiikum
Asy-Syaikh Robi’: semoga Alloh menghidupkam kalian, dan kita akan bertemu Insya Alloh
Asy-Syaikh Yahya: Insya Alloh semoga Alloh memberikan taufiq kepada semuanya, disyukuri
Asy-syaikh Robi’ : kami mengharapkan pada hari-hari pelajaranku engkau memberikan pelajaran disini –insya Alloh-
‘ilmuddin Al-kholidy : Asy-syaikh berkata kepadamu engkau memberikan pelajaran disini
Asy-syaikh Yahya: apa?
‘Ilmuddin: Asy-syaikh berkata padamu, pada hari-hari pelajaran engkau memberikan pelajaran disini insya Alloh
Asy-syaikh Yahya: Insya Alloh , kita berjumpa pada kesempatan yang lain , semoga Alloh memberikan Taufiq kepada semuanya –barokallohu fiikum-
Asy-syaikh Robi’: barokAllohu fiikum wa barokAllohul-jamii’
Asy-syaikh Yahya: Aamiin.. semoga Alloh memberkahi semuanya.
– selesai -
Diterjemahkan: Abu Ubayd Fadli (Mangkutana)
Pada 18 Shafar 1433H
Sumber : http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=11058
Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “..Sesuai permintaan syaikh Robi’, (maka) Syaikh Yahya menyediakan waktu ba’dal maghrib untuk Syaikh Robi’ muhadhoroh tentang keutamaan ilmu dan harapan bahwa muhadhoroh ini sarana untuk menyatukan hati. Diakhir kata Syaikh Robi’ minta Syaikh yahya berkunjung ke Saudi dan mengajar dimajelisnya Syaik Robi’ ” -selesai- Malam selasa, 16 Shafar 1433H-
FileHashes ![]()
CRC32: AECCE6A5
MD5: 64576B865A92C961074A1A3C53B0D75C
SHA-1: D879F1FED7593AD559D2F5E3903D4DC98B2EFC1C
(Rekaman) Muhadhoroh asy-Syaikh Robi' di Dammaj - 16 Shafar 1433H (3.8 MiB, 955 hits)
Audio/Artikel terkait:
- Fatwa Imam Dammaj “Hukum Makan Biawak (Warol)” (Audio + Terjemahan)
- Terjemahan Dialog Kholid al-Ghorbani dengan Syaikh Robi’ di bulan Robi’uts Tsani 1433H
- (Soal-Jawab) Syaikh Yahya tentang “Tarbiyyatun Nisa” bulan Robi’ul Awwal 1433H
- (Audio+Terjemahan) Nasehat Syaikh Yahya di Majelis Syaikh Robi’ (Shafar 1433H)
- Majelis Umum Ahlussunnah (Robi’ul Awal 1433H) –update–
- Majelis ABU HAZIM untuk UMUM (Bulan Shafar 1433H)
- Seruan Jihad oleh Syaikh Yahya al-Hajuri (1 Muharram 1433H) Audio+Terjemahan
- Fatwa Syaikh Robi’ terkait pemboikotan/blokade Syiah Rafidhah di Dammaj bulan Dzulhijjah tahun 1432H
- Muqoddimah untuk Syaikh Robi al-Madkhali dari Imam Darul Hadits Dammaj (Terjemahan Indonesia)
- Muqoddimah untuk Syaikh Robi al-Madkhali dari Imam Darul Hadits Dammaj (Disertai Audio Terjemahan)
