Berkata A.Fairuz 11/6/1434H "Kmrin hjn deras cmpur es,lalu bnjir bsar.Kuburan ikhwah yg gugur di dlm hishor runtuh.sy.yahya perintah agar kubur mrk diprkuat beliau ingatkn bhw mrk adlh saudara2 kita yg trcinta,mrk tlh korban darah dn sgala untk Alloh.saat kuburan digali dn jenazahnya dipindhkan,para ikhwah liat kondisinya msih utuh,darah mrk msh segar,kondisi mrk spt br dikubur kmarin.Syaikh Yahya sampai umumkan itu siang ini.Ibrohim shon'a bilang "Aba fairuz,andaikata antum liat jenazah abu hafsh tadi,btapa segar dan bagusx.jenggotnya masih utuh dn bagus"sebgian ikhwah mngis ingat peristiwa gugurx mrk di baroqoh.rohimahumulloh jami'an, (12/6/1434H) sy.yahya umumkan seorang bapak di dmj mewaqofkan tanah untuk kuburan baru para syuhada, jenazah Amin dan sholeh tampak baru, baru 12 jenazah yang dipindah sumber

EDISI KHUSUS: Menyingkap Wajah Para Siluman


بسم الله الرحمن الرحيم

الحَمْدُ لله، أَحْمَدُه، وأستعينُه، وأستغفرُهُ، وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

أمّا بعدُ

MUQODDIMAH

Alloh (تعالى) berkata:

{الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا} [الكهف: 104]

“Orang-orang yang telah sesat amalan mereka di kehidupan dunia dan mereka menyangka dalam keadaan melakukan perbaikan”. (Al-Kahfi: 104).

Demikianlah keadaannya Luqman bin Muhammad Ba’abduh berserta jaringannya, tidak pernah mereka itu merasa salah bahkan mereka selalu merasa di atas jihad dan sedang beramal kebaikan.

Dosa dan kejahatan mereka masih segar bau busuknya tercium oleh manusia ditambah lagi dengan berbuat dosa-dosa baru, ingin mencari-cari dan menghitung-hitung kesalahan orang dengan berbagai macam cara, padahal mereka sendiri memiliki segudang dosa dan kejahatan, sungguh bagus perkataan Abdulloh bin Mas’ud untuk dipukulkan kepada Luqman Ba’abduh dan orang-orang yang semisalnya: Lebih Lengkap…..

الأحد 26 جمادى الأولى 1434 -

[Topik Khusus] Kedatangan Asy-Syaikh Abdulloh al-Iryani (Dammaj) ke Indonesia –update–

بسم الله الرحمن الرحيم

BERITA KEDATANGAN
ASY-SYAIKH ABDULLOH AL-IRYANI (DAMMAJ)
KE INDONESIA

Alhamdulillaah, berikut ini kami informasikan kedatangan asy-Syaikh Abu Abdirrohman Abdulloh bin Ahmad Al Iryaniy حفظه الله ke Indonesia selama beberapa waktu -insyaAlloh-:

Rabu, 5 Rajab 1434H
Dari Abu Turob (Bengkulu) ” Durus yang akan dikaji (selama dibengkulu) insyaAlloh Kitab Shiyam Bulughul Marom, Manasik Umroh dan Hajj – Ushulussunnah lil imam ahmad – Ushulussittah li muhammad bin abdil wahhab – Muhadhoroh ” -selesai-

Selasa, 4 Rajab 1434H
Dari Abu Turob (Bengkulu) “…syaikh Abdulloh al-Iryani telepon ana, dan akan ziaroh (bersama keluarganya) pada kami (di bengkulu) pada pertengahan Sya’ban dan beliau menyuruh umumkan” -selesai-

Lebih Lengkap…..

الأربعاء 24 ربيع الثاني 1434 -

Penjelasan Rinci Siapa Utsman as-Salimi

PENJELASAN TERPERINCI
TENTANG UTSMAN AS SALIMI
DAN BANTAHAN TERHADAP  SYUBUHAT SI UTMI
TENTANG MARKIZ IBU DI FUYUSY AL HIZBI

www.isnad.net
Ditulis Oleh Asy Syaikh Al Fadhil:
Abu Hamzah Muhammad bin Husain Al Amudiy
Al Hadhromiy Al Adaniy
-semoga Alloh menjaga beliau-

Diterjemahkan Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo
-semoga Alloh memaafkannya-

Darul Hadits – Dammaj, Yaman
28 Jumadats Tsaniyah 1434 H

Judul Asli:
“Al Bayan Li Sui Halis Salimiy ‘Utsman
Wa Firoqi Tilkal Umm Bi Sababi Ma Shona’athu Minal Fusuq Wal ‘Ishyan”

Pengantar Penerjemah

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وآله وسلم، أما بعد

Sesungguhnya sebagian ikhwah yang mulia dan punya kecemburuan terhadap agamanya menyebutkan bahwasanya Utsman As Salimiy dan Abdulloh Al Mar’iy sedang (akan ;ed) berceramaah di beberapa tempat di Indonesia. Saudara kita yang mulia tersebut menanyakan pada saya tentang jarh terperinci tentang Utsman As Salimiy.

Sebenarnya cukuplah bahwasanya Utsman As Salimiy itu menentang hujjah-hujjah ahlul haq tentang kebatilan Mar’iyyun, tanpa sanggup adu hujjah. Bahkan dirinya menjadi pembela dan pendukung para ahli ahwa tersebut. Lebih Lengkap…..

الاثنين 04 رجب 1434 -

Jawaban Lantang Untuk Si Penantang (Siluman Badut) Bag.1


Judul Asli: “Dhorobatus Suyufil Batiroh ‘Ala Salasil Hamlatil Jairoh (Arofat Al Bushiriy, Abdulloh Al Bukhoriy dan Luqman Ba Abduh Warotsatil Haddadiyyatil Fajiroh)”

Terjemah Bebas:

“Pedang Tajam Membabat Rantai Serangan Yang Jahat (Luqman Ba Abduh, Abdulloh Al Bukhoriy dan Al Bushiriy Arofat)”

Diizinkan Penyebarannya Oleh Asy Syaikh Al ‘Allamah: Abu Abdurrohman Yahya bin Ali Al Hajuriy Semoga Alloh menjaga beliau

Ditulis Oleh:

”Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy
Semoga Alloh memaafkannya

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar Penulis

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين أما بعد

Maka sesungguhnya fitnah-fitnah itu terus-menerus menimpa umat terakhir ini agar dengannya Alloh membersihkan orang-orang yang beriman dan membinasakan orang-orang kafir, dan agar Alloh memisahkan antara yang buruk dari yang baik. Abdulloh bin Amr ibnul Ash رضي الله عنهما menceritakan bahwasanya Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

«… وإن أمتكم هذه جعل عافيتها في أولها وسيصيب آخرها بلاء وأمور تنكرونها وتجيء فتنة فيرقق بعضها بعضها وتجيء الفتنة فيقول المؤمن هذه مهلكتي ثم تنكشف وتجيء الفتنة فيقول المؤمن هذه هذه». الحديث. (أخرجه مسلم (1844)).

“… dan sesungguhnya umat kalian ini, dijadikan keselamatannya pada generasi awalnya. Dan generasi akhirnya akan tertimpa bencana dan perkara-perkara yang kalian ingkari. Dan fitnah datang, sebagiannya menjadikan sebagian yang lain menjadi tampak lemah, dan datang fitnah lagi, sehingga seorang mukmin berkata: “Inilah kebinasaanku.” Kemudian hilanglah fitnah itu. Kemudian datang lagi fitnah, sehingga seorang mukmin berkata: “Inilah, inilah.” Dst. (HR. Muslim (1844)).

Maka bagi orang yang menginginkan keselamatan, dia wajib untuk mengetahui kebenaran di dalam fitnah yang gelap seperti ini, dengan cara mengikhlaskan niat untuk Alloh ta’ala, dan membulatkan tekad untuk mengikuti perkara yang sesuai dengan Al Kitab dan As Sunnah dengan pemahaman salaful ummah, serta mencurahkan kemampuan untuk meneliti dan merenungkan, tanpa taqlid (membebek) ataupun ta’ashshub (fanatisme), dan juga dengan terus-menerus merasa amat membutuhkan Robbnya عز وجل dan berdoa kepada-Nya, karena sesungguhnya Alloh itu tidak akan menyia-nyiakan kerja keras orang yang berbuat ihsan. Alloh ta’ala berfirman:

والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا وإن الله لمع المحسنين. [العنكبوت: 69].

“Dan orang-orang yang berusaha keras untuk mencari jalan-jalan Kami, pastilah Kami akan menunjuki mereka jalan-jalan keridhoan Kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar bersama orang-orang yang muhsinin.”

Al Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata: “Maka apabila dibandingkan antara pendapat-pendapat yang beraneka ragam dan ucapan-ucapan yang berbeda-beda, dan itu semua dipaparkan kepada hakim yang tidak zholim, yaitu Kitabulloh dan Sunnah Rosul-Nya, dan si peneliti memurnikan dirinya dari fanatisme dan kesukuan, dan dia mencurahkan kemampuannya, dan menghendaki untuk taat pada Alloh dan Rosul-Nya, maka sangat jarang sekali untuk tersembunyi dari dirinya kebenaran dari ucapan-ucapan tadi dan apa yang lebih dekat kepada kebenaran, dan perkara yang keliru dan apa yang lebih dekat kepada kekeliruan, karena sesungguhnya ucapan-ucapan yang beragam itu tidak keluar dari kebenaran dan apa yang lebih dekat kepada kebenaran, dan perkara yang keliru dan apa yang lebih dekat kepada kekeliruan. Dan derajat dekat dan jauh itu bertingkat-tingkat.” (“Ash Showa’iqul Mursalah”/1/hal. 172).

Ini, dan telah sampai kepada kami cercaan-cercaan baru –dan pada hakikatnya itu bukanlah cercaan yang baru- dari Luqman Ba Abduh terhadap syaikh kami As Salafiy Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه الله dalam ceramah dirinya di awal bulan Jumadats Tsaniyyah 1434 H dengan judul: “Kupas Tuntas Fitnah Sururiyyah Hajuriyyah.” Dalam ceramah itu Luqman merendahkan Asy Syaikh Abdulloh Al Iryaniy حفظه الله . Dan para hizbiyyun itu menyebarkan kebatilan-kebatilan ini secara audio dan tulisan dalam rangka memperburuk citra para pembawa kebenaran dan melarikan manusia dari para pembawa kebenaran. Lebih Lengkap…..

الثلاثاء 27 جمادى الثانية 1434 -

Syaikh Abu Bilal Al-Hadhromiy: Bantahan Ringan Untuk Muh.al-Imam (bag.2)

PENJELASAN SINGKAT DAKWAH SYAIKH AL-HAJURI
YANG BERMANFAAT BAGI ORANG-ORANG BERBAKTI
DAN MENGALAHKAN ORANG YANG JAHAT DAN KEJI

~ Bag.2 ~

Oleh:
Asy Syaikh Abu Bilal Al Hadhromiy
–Hafidhohulloh–

Alih Bahasa:
Abu Umar Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy Al Indonesiy
–ghofarollohu lah–

بسم الله الرحمن الرحيم

Ketika terjadi fitnah Rofidhoh, orang-orang menunggu apakah yang akan terjadi pada Al Hajuriy dan murid-muridnya. Siapa saja yang menyaksikan sebagaimana yang kami saksikan, melihat seperti apa yang kami lihat, bagaimana syaikhuna -hafidzohulloh- dalam mengatasi permasalahan Rofidhoh, demi Alloh pasti menyaksikan keajaiban yang menakjubkan dari siasat beliau.

Dengarkanlah rekaman suara beliau ketika itu, bagaimana beliau menyelesaikan permasalahan tersebut, bagaimana pula beliau menyiasati orang-orang kotor dan najis tersebut, yaitu Rofidhoh.

Pada waktu itu kita dalam keadaan sangat lemah, tidak ada persiapan pasukan dan tidak ada persiapan materi, bukankah demikian wahai ikhwan? Akan tetapi bersama kita ada yang lebih berarti daripada itu, yang mana itu adalah sebab dari sekian sebab-sebab yang Alloh perintahkan kita untuk mengambilnya,

{وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ} [الأنفال: 60]

“Dan persiapkanlah bagi mereka (musuh) apa yang kalian mampu dari kekuatan dan dari kuda-kuda yang ditambatkan, yang dengan itu kalian menakut-nakuti musuh Alloh dan musuh kalian” (QS. A Anfal:60)

Kita disertai perkara yang lebih besar daripada itu, yaitu kekuatan iman dan keyakinan bahwasanya pertolongan Alloh pasti datang dalam waktu dekat, dan bahwasanya jalan keluar pasti tiba, tidak bisa tidak, karena Alloh telah mengabarkan tentang hal itu:

{فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا} [الشرح: 5- 6]

“Maka sesungguhnya bersama dengan kesulitan ada kemudahan, sungguh bersama dengan kesulitan ada kemudahan” (QS. Asy Syarh: 5-6)

Dan berkata seorang penyair:

عَسَى الكَرْبُ الَّذِيْ أَمْسَيْتُ فِيْهِ                         يَكُوْنُ وَرَاءَهُ فَرَجٌ قَرِيْبُ

Semoga kesusahan yang aku berada di dalammya
Akan datang setelahnya jalan keluar yang dekat

Lebih Lengkap…..

الخميس 22 جمادى الثانية 1434 -

Syubuhat Yayasan untuk Dakwah dan Bantahannya

بسم الله الرحمن الرحيم

YAYASAN, JAMIYYAH DAN MUASSASAH

Oleh: Abu Turob Saif bin Hadhor Al-Jawy
-semoga Alloh menjaga dan mengampuninya-

Jam’iyyah (dalam  istilah bahasa kita yayasan) : adalah suatu istilah yang bersifat sosial politik yang umumnya digunakan untuk menamai suatu perkumpulan dari beberapa orang, dengan tujuan menjaga kemashlahatan mereka bersama atau mencapai cita-cita bersama di bawah aturan-aturan tertentu yang jelas.

Beberapa undang-undang dalam mendefinisikan istilah jam’iyyah menentukan tidak adanya tujuan untuk mengambil laba dan tidak ditentukan kapan mulainya perkumpulan tersebut. (Undang-undang tersebut) di antaranya Undang-Undang Perancis, Belgia, Italia, Spanyol dan negara-negara latin lainnya. Juga Undang-Undang Jam’iyyat yang dikeluarkan di Lebanon pada masa Daulah Utsmaniyyah tanggal 3 Agustus 1909M, yang tertera pada pasal pertama: “Jam’iyyah adalah suatu perkumpulan yang terdiri dari beberapa orang dengan tujuan menyatukan pikiran dan usaha mereka dengan bentuk yang berkesinambungan dan tidak adanya tujuan untuk mengambil laba .[1]

Lebih Lengkap…..

الخميس 24 محرم 1432 -

Yayasan Sarana Dakwah Tanpa Berkah

بسم الله الرحمن الرحيم

Menyingkap Fikroh Hizbiyyah
Dibalik Slogan ” Yayasan Salafiyyah”

Bantahan terhadap risalah ” Mendulang Berkah dengan Membuat Yayasan Salafiyyah”
Asykari – Pimpinan Ponpes Ibnul Qoyyim Balikpapan, Yayasan as-Salaf Balikpapan

Oleh:
Abul Husain Muhammad Bin Muhyiddin Al-Jawy
Abu ‘Abdirrahman Shiddiq Bin Muhammad Al-Bugisi
di Darul Hadits Dammaj – Markaz Induk Dan Pusat Da’wah Ahlussunnah
-semoga Alloh menjaganya dari segala kejelekan dan makar-

Lebih Lengkap…..

الخميس 24 محرم 1432 -

Biographi Yahya bin Ali Al-Hajuri

بسم الله الرحمن الرحيم

MENGENAL IMAM DAMMAJ:
Abu ‘Abdirrohman Yahya al-Hajuri

-semoga Alloh menjaganya dan mengampuninya-

~ Dinukil dari kitab: “Madza Yanqimu Al Jahiluun `Ala Yahya” karya : Abul-Yaman `Adnan Ad- Damari Hafidhohulloh, yang ditulis oleh : Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri Hafidhohulloh ~

Telah diminta dariku untuk menulis sedikit tentang kelahiran, nama, negeriku, masa pertumbuhanku dan beberapa yang berkaitan dengannya. Dan setelah aku diminta secara berulangkali, maka aku pun memenuhi permintaan mereka (yang aku cintai dan muliakan) dengan menulis beberapa paragraf ini.

Maka aku katakan -Dengan mengharap taufik dari Alloh subhanahu wa ta’ala-:
Lebih Lengkap…..

الاثنين 10 ربيع الأول 1432 -

Mutiara Hikmah Imam Dammaj: Abu Abdirrahman Yahya al-Hajury

بسم الله الرحمن الرحيم

الكلام الحق وملازمته يزيد الإيمان وكذا الفعل الحق ، والموفق من تحرى الحق في كلامه وأفعاله

Perkataan yang benar dan menetapinya menambah iman, begitu pula perbuatan yang benar, orang yang mendapatkan taufiq adalah orang teliti dalam mencari Al- haq baik dalam ucapan ataupun perbuatan.

من غلا في شيء فقد بالغ في ذمه

Barangsiapa yang berlebihan pada sesuatu berarti sama saja dia telah menghinanya dengan sepenuh penghinaan.

من رددنا عليه بالحق و هزم فإنما ذلك لقوة الحق وليس لقوتنا

Siapa saja yang kita bantah dengan bantahan yang benar kemudian dia terjerembab kalah, hal itu karena kekuatan al-Haq yang ada bukan karena kekuatan kita. Lebih Lengkap…..

الأحد 16 ربيع الأول 1432 -

Mukhtashor Bayaan (Edisi Indonesia)

RISALAH yang menjelaskan rincian KRONOLOGI
FITNAH YAMAN, Saksi serta Bantahan
dari AHLUSSUNNAH untuk HIZBIYYUN

 


Lebih Lengkap…..

الثلاثاء 26 ربيع الأول 1432 -

Benarkah Imam Dammaj Yahya al-Hajuri mencela Syaikh Rabi’ -waffaqohullah- ?

BENARKAH IMAM DAMMAJ
YAHYA AL-HAJURI -hafidzhahulloh-
MENCELA SYAIKH ROBI’ AL-MADKHOLI -waffaqahulloh-

www.isnad.net
Oleh: Abu ‘Abdirrahman Shiddiq bin Muhammad Al-Bugisi
6 Rabi’uts Tsani 1432H
Darul Hadits Dammaj
Harasahallah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين على آله وأصحابه ومن تبعه بإحسان إلى يوم الدين أما بعد

Sudah menjadi kebiasaan dan ciri khas ahlul batil melempar ahlul haq dengan tuduhan-tuduhan palsu dan dusta; Allah ta’ala berkata:

{كَذَلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ (52) أَتَوَاصَوْا بِهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ } [الذاريات: 52، 53]

“Demikianlah tidak seorang Rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: “Dia adalah tukang sihir atau orang gila.” Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Bahkan sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.”

Demikian pula atsar panjang yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi dari hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dan dihasankan oleh Syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitabnya “Shahihul Musnad” no 1651, kisah panjang di mana musyrikun menuduh kaum muslimin di depan raja Habasyah Najasyi radhiyallahu ‘anhu bahwa mereka mencela nabi ‘Isa ‘alahish sholatu was salam kemudian Najasyi menanyakan langsung kepada kaum muslimin tentang hal tadi, akhirnya Najasyipun tahu akan dustanya kaum musyrikin dan kejujuran kaum muslimin.

Dan diantara tuduhan palsu dan dusta yang tengah dilancarkan oleh hizbiyyun Al-Mar’iyyun luqmaniyyun adalah tuduhan bahwasanya: Lebih Lengkap…..

السبت 07 ربيع الثاني 1432 -

Pokok-pokok Ahlussunnah yang diruntuhkan UBAID AL-JABIRY, ketauhilah oleh kalian…

بسم الله الرحمن الرحيم

Lebih Lengkap…..

الجمعة 09 رجب 1432 -

Pelajaran Pokok-pokok Manhaj Ahlussunnah (AUDIO + TERJEMAHAN)

بسم الله الرحمن الرحيم


<!– Pemateri dan Penerjemah –>
# asy-Syaikh Abdulloh al-’Iryani
# Abu Muqbil Ali Abbas
# Abu ‘Aisyah As-Nur

Lebih Lengkap…..

الأحد 11 رجب 1432 -

Jeleknya bertanya perkara agama kepada dzulqornain dan gurunya (Ubaid al-Jabiri)

JELEKNYA BERTANYA PERKARA AGAMA
KEPADA DZULQORNAIN (MAKASSAR)
(Bag.1)

بسم الله الرحمن الرحيم

Berkata Dzulqornain bin Muhammad Sunusi -hadahulloh-

” …diantara suatu hal yang sangat indah, perna suatu hari guru kami seorang ulama besar di kota madinah, namanya syaikh Ubaid al-Jabiri beliau ditanya tentang sebuah keluarga. Keluarga ini Ayah dan Ibunya -masyaAlloh- mu’tazil (orang yang mengasingkan diri, ed) tapi anak-anaknya perna bergaul dengan tetangga-tentagganya semua punya TV, punya PARABOLA. Akhirnya anak-anaknya sering hilang dari rumahnya Nongkrong dirumah tentangganya. Maka muncul pertanyaan kepada Syaikh ” APAKAH BOLEH ORANG INI MEMASUKKAN TV KERUMAHNYA, AGAR SUPAYA ANAKNYA TIDAK KELUYURAN, TAPI ACARA TV DIA KONTROL. UNTUK MEMPERKECIL KEJELEKAN…MAKA SYAIKH MEMPERBOLEHKAN HAL TERSEBUT UNTUK MEMPERKECIL KEJELEKAN. Dan ini adalah hal yang baik bentuk yang bijaksana dalam bersikap. Tapi kalau seorang mampu untuk lepas dari kejekan dari seluruhnya tentunya itu yang didahulukan. Ini saya hanya singgung bab memperkecil kejelekan, ini kalau setelah tidak ada lagi kemampuan untuk menghilangkannya. Maka ini mungkin dari kaidah dalam menyikapi didalam menegur dan sepatutnya kita perhatikan….” Lebih Lengkap…..

الاثنين 12 رجب 1432 -

Ahlussunnah BUKAN Wahabi !!

بسم الله الرحمن الرحيم

BEDA AHLUSSUNNAH DENGAN WAHABI

Penulis:
Abu ‘Amr Ridwan bin Zaki Al-Ambuny Al-Indunisiy

-semoga Alloh mengampuninya-
Dammaj, 7 Sya’ban 1432 H

Kalau seandainya Ahlus Sunnah ingin menisbahkan diri mereka kepada selain Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, maka bukankah lebih pantas untuk menisbahkan diri pada ulama-ulama yang lebih utama daripada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –rohimahulloh-, seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad –rohimahumulloh- dan lain-lain?! Oleh karena itu, tidak pernah kita dapati Ahlus Sunnah menisbahkan diri mereka kepada individual ulama-ulama mereka setelah Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, baik dari kalangan shahabat maupun orang-orang setelah mereka.

Penisbahan Ahlus Sunnah kepada Wahhabiyah tidaklah datang dari Ahlus Sunnah sendiri, akan tetapi datangnya dari ahlu bida’ yang bertujuan untuk menjauhkan manusia dari dakwah Ahlus Sunnah. Mereka mengambarkan kepada manusia -terutama umat Islam- bahwa setiap yang mendakwahkan kepada Tauhid dan Sunnah serta memberantas kesyirikan dan kebida’han serta kemaksitan-kemaksian yang lain, mereka adalah para pengekor (taqlid) terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –rohimahulloh-, karena beliau demikian adanya yang sebelumnya mereka telah gambarkan terlebih dahulu ke dalam benak umat Islam tentang jeleknya dakwah beliau. Apakah mereka tidak tahu ataukah berpura-pura tidak tahu bahwa Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagian mereka tidaklah mengekor kepada sebagian yang lain, karena pedoman hidup mereka adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Hal itu karena kita dapati bahwa manhaj dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari jaman shahabat sampai sekarang bahkan sampai hari kiamat nanti adalah sama. Barangsiapa keluar dari manhaj mereka, maka dia bukanlah bagian dari mereka walaupun dirinya mengaku demikian.

FileHashes
CRC32: 3FFB9A60
MD5: 1BB0CE9E6B75BCB11653C5DE85576078
SHA-1: 3218DF3DD1856E9C198D73F186E579AE1DD6928D

  BEDA AHLUSSUNNAH DENGAN WAHABI (1.0 MiB, 1,804 hits)

الاثنين 10 شعبان 1432 -

Kapan Seorang Hizbiy dikatakan Mubtadi’ ?

بسم الله الرحمن الرحيم

JANGAN RAGU MENGATAKAN:
” HIZBI ADALAH MUBTADI’ “

 

Seorang hizbiy adalah mubtadi’ karena dirinya menyelisihi satu dasar dari dasar-dasar Islam: yaitu kesetiaan kepada Al Jama’ah yang ada dalam penerangan Al Kitab As Sunnah dan As salafiyyah, tidak melakukan loyalitas dan permusuhan kecuali karena Alloh.

Al Imam Al Wadi’iy رحمه الله berkata: “ Hukum orang yang berloyalitas karena suatu jama’ah dan memusuhi yang lain, maka sungguh dia itu adalah mubtadi’ yang sesat.” (“Ghorotul Asyrithoh”/2/hal. 28/Maktabah Shon’a Al Atsariyyah).

Syaikh kami An Nashihul Amin Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه الله berkata: “Barangsiapa terjatuh ke dalam hizbiyyah tanpa ilmu, tidaklah dikatakan bahwasanya dirinya itu hizbiy karena dia itu bisa jadi belum sampai padanya penjelasan, bukti-bukti ataupun hujjah. Adapun orang yang telah sampai padanya bayyinat dan tegak atasnya hujjah lalu dia menentangnya maka dia itu adalah hizbiy mubtadi’. Dan hizbiyyah itu bid’ah.” (dicatat tanggal 2 Jumadal Ula 1431 H).

Ditanyakan kepada Asy Syaikh Ahmad An Najmiy رحمه الله : “Apakah setiap orang yang ada padanya hizbiyyah maka dia itu mubtadi’ dan keluar dari Ahlussunnah Wal Jama’ah?” Lebih Lengkap…..

الجمعة 03 ذو القعدة 1432 -

Cukup AHLUSSUNNAH saja yang berbicara tentang SURURIYYAH

بسم الله الرحمن الرحيم

RINGKASAN UCAPAN ULAMA UMMAH
TENTANG KESESATAN SURURIYYAH

Disusun Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Sukaya Aluth Thuri Al Qudsi Al Indonesia
-semoga Alloh menjaganya-
(Markaz Induk Darul Hadits Dammaj Yaman –Harosahallohu-)

Dengan Muroja’ah:
Para Masyayikh dan Pengajar Markaz Induk Darul Hadits Dammaj Yaman –Harosahallohu-:
Asy Syaikh Al Fadhil Al Faqih Jamil Bin Abdah Ash Shilwi -hafidzhahulloh-
Dan Asy Syaikh Al Fadhil  Abu Amr Abdul Karim Al Hajuri -hafidzhahulloh-
Dan Asy Syaikh Al Fadhil Al Mujahid Muhammad bin Husain Al ‘Amudi Al ‘Adni -hafidzhahulloh-

Lebih Lengkap…..

الأحد 12 ذو القعدة 1432 -

Nasehat Imam Dammaj untuk Kaum Muslimin di Indonesia terkait Luqman Ba’abduh,Cs (Disertai Audio dan Terjemahan)

بسم الله الرحمن الرحيم

NASEHAT IMAM DAMMAJ
YAHYA AL-HAJURI
UNTUK KAUM MUSLIMIN DI INDONESIA TERKAIT
KEJELEKAN LUQMAN BA’ABDUH,Cs

Diterjemahkan oleh :
Abu ‘Abdirrohman Shiddiq bin Muhammad al-Bughisiy
-semoga Alloh menjaganya-
di Darul Hadits Dammaj – pada 20 Dzulhijjah 1429H

Berkata Imam Dammaj Yahya al-Hajuri -semoga Alloh menjaganya-
” Ikhwah Indonesia – hafidzohumulloh – jangan menyibukkan diri untuk membantah seorang yang hina!…Yaa Akhi!…siapa Luqman di sini? Siapa dia Luqman itu? Dia tidak dikenal dalam kafilah, dan tidak pula dalam kelompok, tidak ma’ruf di sini tidak pula di sana.

Dia berhasil mempengaruhi beberapa orang ‘ajam di sana, lalu menghalau mereka……menghalau mereka sebagaimana Ja’far (Ja’far Umar Tholib, Mantan Panglima Khowarij Era Lasykar Jihad,ed ) menghalau mereka. Dia hendak menyia-nyiakan mereka, demi Allah orang ini adalah sumber kerugian.

Lebih Lengkap…..

الثلاثاء 14 ذو القعدة 1432 -

Jeleknya bertanya perkara agama kepada dzulqornain (Ahlussunnah Memakai Dasi)

JELEKNYA BERTANYA PERKARA AGAMA
KEPADA DZULQORNAIN (MAKASSAR)
(Bag.2)

بسم الله الرحمن الرحيم

Dzulqornain bin Muhammad Sunusi -hadahulloh-, ditanya pada 16 Rajab 1432H ” Bagaimana pendapatmu jika kita disuruh atasan untuk memakai dasi, apakah wajib untuk kita mentaatinya, dan benarkah bahwa berdasi itu (memakainya ;ed) bentuk menyerupai orang kafir ?

Berkata Dzulqornain ” Ndak ya..dasi itu sudah biasa orang pakai dasi, dimana-mana orang pakai dasi,  Anak sekolah pakai dasi (hadirin tertawa) semuanya orang pakai dasi, Mana menyerupai orang kafir ?? dia bukan bentuk ibadah khusus orang kafir..jelas yaa ?!! Gak semua orang yang dilakukan orang kafir dikatakan menyerupai orang kafir !! orang kafir makan minum..kita juga makan minum..(majelis tertawa) serupa kan ?? yang dikatakan menyerupakan orang kafir kalau merupakan ciri ibadah mereka, atau ciri khusus mereka,gak ada ditempat lain, nah itu baru menyerupai orang kafir, tapi kalau sudah tersebar ditengah kaum muslimin, itu dak menyerupai orang kafir namanyasepanjang tidak ada pelanggaran syariat didalamnya..dan memakai dasi itu bukan hal yang ….jelas yaa ?! baik, itu dari sisi hukum tasyabbuh nya..saya sebutkan tadi -wallohu a’lam- dak ada bentuk tasyabbuh padanya.

FileHashes
CRC32: 95032207
MD5: D8A2878D76254FB81E3204791F3F3BE4
SHA-1: B1D09577CDBAADE4AA2453A13BB7101591639FDF

  Fatwa Syaikh Dzulqornain tentang Dasi (270.5 KiB, 1,003 hits)

Berikut jawaban dari syubuhat “Syaikh” Dzulqornain, silahkan baca “Menolak Alasan Basi – Tentang Bolehnya Memakai Dasidisini

الاثنين 11 ذو الحجة 1432 -

Tentang apa yang ada pada ‘Ubaid Al-Jaabiry dari perkara jahiliyyah dan kedustaan yang jelas

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله و أشهد أن لا إله إلاالله, و أن محمدا عبده ورسوله , صلى الله عليه و على اله و صحبه و من تبع هداه, أما بعد

Ditulis oleh Imam Dammaj – Yahya bin Ali al-Hajuri
-semoga Alloh menjaganya dan mengokohkan pembelaannya terhadap Sunnah-
pada hari Selasa 6 Dzulqo’dah 1432H
Diterjemahkan: Abu Ubayd Fadly al-Bughisy

Dan dari kedustaan-kedustaan ‘Ubaid Al-Jaabiry, kekejiaan dan kebodohannya adalah apa yang  tersebar darinya melalui via telephon pada hari ahad tanggal 4 dzul qo’dah 1432 h . Sebagaimana kebiasaannya ia memenuhi (pembicaraan tersebut) dengan cacian , makian dan selainnya dari   omong kosong dan karu karuan yang menggambarkan tentang amarahnya dari penjelasan-penjelasan Ahlissunnah tentang kehizbiyannya , terdiktenya (ikut-ikutan), kebodohan serta kesesatannya.

Lebih Lengkap…..

السبت 23 ذو الحجة 1432 -

Nasehat (untuk kaum muslimin) para pengguna FACEBOOK

NASEHAT IMAM DAMMAJ
YAHYA AL-HAJURI حفظه الله
TENTANG “FACEBOOK”

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Abu Hazim (magetan) dari Abbas (Dammaj), berkata Syaikh kami (Yahya bin Ali al-Hajuri -semoga Alloh menjaganya) -ditanya tentang FACEBOOK-

Berkata Abu ‘Abdirrohman Yahya bin ‘Ali al-Hajuri حفظه الله ” Situs (tempat ;ed) memata-matai, situs kerusakan, didalamnya ada gambar wanita dan laki-laki. Barang siapa mengingkari (facebook ;ed) mengingkari dengan al-Haq dan barang siapa membela (facebook ;ed) membela tidak dengan al-Haq, kejelekan (facebook ;ed) banyak, sedikit kebaikan. Keberkahan disisi Alloh dan semoga Alloh membuka pemahamanmu” -selesai- (26 Sya’ban 1432H)

FileHashes
CRC32: E2FB8BE2
MD5: DCFEE69E779B5B9C9D5AA4F87BC1B4A2
SHA-1: 3FCAEC8A8763F5D9E22F08AE21A7111190138845

  Fatwa Syaikh Yahya al-Hajuri tentang Facebook (48.5 KiB, 1,453 hits)


الخميس 28 ذو الحجة 1432 -

Bolehkah, Penggalangan Dana melalui Yayasan / Kotak Infaq (Sunduq) ?

بسم الله الرحمن الرحيم

TERKAIT PENGGALANGAN DANA
MELALUI YAYASAN / SUNDUQ (KOTAK INFAQ)

Oleh: Abu Hatim al-Jazairy -semoga Alloh menjaganya-
Diterjemahkan: Abu ‘Ubaid Fadhl bin Muhammad -semoga Alloh menjaganya-
Mangkutana, Luwu Timur – Sulsel pada 14 Muharram 1433H
Sumber Fatwa

الحمد لله  رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد صلى الله عليه وعلى آله وسلم،
ثم أما بعد

Berdasarkan permintaan sebagian Ikhwah yang mulia –semoga Alloh menjaga mereka- untuk menterjemahkan tanya jawab yang terkait dengan penggalangan dana yang ditujukan kepada saudara-saudara kita salafiyyun di Dammaj (secara umum dimanapun berada ;ed) oleh Al-Akh Abu Hatim –hafidhzohulloh- yang didalamnya terdapat faidah ilmiyyah dorongan dan anjuran untuk ta’awun dan jihad di jalan Alloh . Maka dalam rangka ikut andil dalam perkara tersebut saya menjawab permintaan ini , semoga ilmu dan faidah yang terkandung didalamnya bisa lebih menyebar sehingga kaum muslimin dapat mengambil dan memahami perkara agama mereka, dan berikut tanya jawab yang dimaksudkan :[1]

Lebih Lengkap…..

الجمعة 14 محرم 1433 -

Fatwa Syaikh Robi’: Yayasan Sarana Perpecahan

بسم الله الرحمن الرحيم

Fatwa: asy-Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholi
~ YAYASAN Sarana PERPECAHAN
~

Segala puji bagi Alloh , salam dan salawat senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad -shallallahu ‘alayhi wasallam, keluarga-nya serta seluruh sahabat-nya.

Kemudian setelah itu , sungguh saya telah berkunjung kepada Syaikh dan orang tua kita yang mulia Robi’ ibni Hadi Umair Al-Madhkoly -semoga Alloh menjaganya- bertepatan pada hari Senin sore tanggal 15 Sya’ban 1432 H dan diantara pertanyaan yang saya ajukan kepada beliau adalah :

Apa hukum mendirikan yayasan-yayasan sosial , agar saudara-saudara salafiyyun di Tunisia dapat mendatangkan para ulama untuk melakukan proses pelajaran dan daurah ilmiyyah melalui yayasan-yayasan tersebut ?

Maka beliaupun menjawab :

Lebih Lengkap…..

الخميس 20 محرم 1433 -

(Audio) Pertengkaran sesama pemuja yayasan

بسم الله الرحمن الرحيم

PERTENGKARAN SESAMA “PEMUJA” YAYASAN

( Antara Pak Wildan dan Mas Zein )

Amma ba’du
Kami beriman apa yang telah diturunkan oleh Alloh azza wa jalla dan  berusaha meniti jalan yang telah digariskan oleh ar-Rosul shallallahu ‘alayhi wasallam, dengan petunjuk para salaf (pendahulu) kami yang shalih -Insya Alloh-.

Saudaraku se-Iman dan se-Manhaj, apa yang kami tampilkan hari ini pada  7 Safar 1433H bertepatan dengan tanggal 1 Januari 2012M (tanggal/tahun yang sering dipakai oleh para pemuja yayasan didalam surat-surat mereka) sebagai hadiah untuk mereka yang tsabit (kokoh) diatas as-sunnah dan juga hadiah untuk mereka yang telah ruju’ (kembali ke al-Haq) dan perna merasakan hiruk-pikuk berdakwah didalam yayasan, dan menjadikan (yayasan) sebagai PAYUNG pelindung dakwah mereka (yang  sadar/tidak sadar telah memilih yayasan menjadi pelindung mereka, dan melupakan Alloh sebagai satu-satunya tempat memohon dan meminta perlindungan  dalam urusan Dakwah dan kita berlindung dari pengaruh jelek syubuhat ahlul hawa dan kawan-kawan mereka ).

Lebih Lengkap…..

الأحد 07 صفر 1433 -

Menjawab (lagi) Syubuhat terbaru si ‘Ustaz’ Askari

بسم الله الرحمن الرحيم

untuk si ‘USTAZ’ ASKARI
yang BERSEMBUNYI dibalik PAPAN
dibawah payung YAYASAN
( Menjawab Syubuhat Si Ahlu Ahwa
Markaz Sebab Perpecahan’ )

 

Segala puji bagi Alloh Azza wa jalla penguasa alam semesta , sholawat dan salam senangtiasa tercurah kepada rosululloh –shollallohu’alaihi wa sallam- , keluarganya ,beserta para sahabatnya . Amma Ba’du:

Telah sampai kepada kami tulisan Askari -hadaahulloh- (Pembina/Pimpinan Yayasan as-Salaf (?) di Kota ‘Beriman’ Balikpapan – Kalimantan Timur ;ed) mengenai koreksi beliau terhadap terjemahan dari pertanyaan yang diajukan kepada syaikh yang mulia Robi’ Al-Madkholy –hafidzahulloh ta’ala- pada kalimat : Lebih Lengkap…..

الأربعاء 10 صفر 1433 -

Membangunkan “Tuan Mulut Besar” dengan bukti proposal dan yayasan

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وحده و الصلاة و السلام على من لا نبي بعده

Kemarin tepatnya pada hari Ahad 22 shofar 1433 Hijriyah ‘si Ustadz’ Dzulqornain da’i kondang Makassar datang dan memberikan sedikit gambaran tentang dirinya yang penuh dengan kesombongan, kebodohan tentang perkara yayasan, dan juga syubuhat .

Pada saat itu Al-Akh Abu Muqbil –hafidhzohulloh- berkata tentang yayasan bahwa yayasan Dzulqornain ber-azaskan Al-qur-an dan Sunnah dibawah naungan UUD dan pancasila. Lalu iapun berkata : ‘ana sendiri ndak tahu

Lebih Lengkap…..

الخميس 17 ربيع الأول 1433 -

Runtuhnya Pondasi Yayasan, Sesembahan Hizbiyyun (Audio + Terjemahan)

بسم الله الرحمن الرحيم

Fatwa: asy-Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholi
~ YAYASAN, sunnah dari Yahudi dan Nasrani
~

Diterjemahkan oleh :
Abu ‘Abdirrohman Shiddiq bin Muhammad al-Bughisiy
-semoga Alloh menjaganya-
Darul Hadits – Dammaj, Yaman -harosahallah-
26 Jumadil Ula 1433 H

Segala puji bagi Alloh , salam dan shalawat senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad -shallallahu ‘alayhi wasallam, keluarga-nya serta seluruh sahabat-nya.

Berikut ini kami sertakan transkrip ASLI beserta terjemahan dan suara dialog yang ditanyakan oleh saudara kita  dari negeri Libya kepada Pembawa Bendera Jarhu wa Ta’dil yakni asy-Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholiy pada 13 Jumadil Ula 1433 Hijriyah tentang Yayasan Lebih Lengkap…..

الأحد 23 جمادى الأولى 1433 -

Malu Membaca, sesat dijalan ….

KUMPULAN ARTIKEL + AUDIO
PENYIMPANGAN HIZBIYYUN / LUQMANIYYUN
DAN TOKOH-TOKOHNYA

بسم الله الرحمن الرحيم

Kami kumpulkan faedah berupa fatwa/malzamah juga persaksian/bukti-bukti  beberapa penyimpangan para tokoh Hizbiyyun baik di Indonesia ataupun diluar dari negeri kita. Tidaklah kami tampilkan kembali bukti-bukti penyimpangan mereka semata-mata kecemburuan kami untuk memurnikan Agama Alloh dari penyimpangan mereka dan menasehati kaum muslimin agar tidak terperdaya dari kedok hizbi yang menjual kata-kata “salafi” + “ahlussunnah” + “salafush shalih” dll pada majalah-majalah, yayasan-yayasan, radio-radio, website, blog (gratisan), sms, email, majelis taklim, dauroh-dauroh mereka (hizbiyyun).  Selamat membaca, jangan tersesat lagi…. Lebih Lengkap…..

الاثنين 23 جمادى الثانية 1433 -

Pelajaran dari Salman al-Farisiy (Terus menerus mencari al-Haqq)

SALMAN AL-FAARISIY
~ rodhiyallahu ‘anhu ~

TELADAN PENCARI KEBENARAN
(DISERTAI BEBERAPA FAIDAH HADITS)


~ Faidah dari Pelajaran Umum Abu Abdirrohman Yahya bin ‘Ali Al-Hajury ~
Dirangkum: Abu Ja’far Al-Minangkabawy
Alih Bahasa: Abu Ubaidillah ‘Amir bin Munir Al-Acehy
-semoga Alloh menjaga mereka-
Ma’had Darul Hadits Dammaj – Yaman
-semoga Alloh menjaganya dari segala makar-

إن الحمد لله نستعينه ونستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا أما بعد:

Menuntut ilmu syar’iy adalah suatu keharusan bagi seorang muslim dalam memahami agamanya dan juga dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena tidaklah seorang mampu untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya melainkan dengan Ilmu. Keutamaan ilmu tidaklah bisa mengimbanginya  keutamaan suatu apapun dari kehidupan dunia ini. Sehingga berkata Al-Imam Asy-Syafi’i: “Menuntut Ilmu lebih utama dari pada Sholat Naafilah (sunat)”.

Kemuliaan seorang yang berilmu dan orang-orang yang beramal dengan ilmunya adalah kemuliaan yang akan diperolehnya di dunia dan akhirat. Dan menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu adalah suatu kebiasaan para salaf terdahulu dan sekarang. Berapa banyak para Salafus Sholih yang bersusah payah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan menghabis umurnya dengan tujuan hanya untuk menuntut ilmu. Rasanya hal ini cukuplah  untuk menunjukkan keutamaan ilmu tersebut.

Berikut akan kami sebutkan Kisah Salman Al-Faarisiy Rodhiyallohu anhu akan pengorbanannya yang sangat besar dalam memperoleh suatu kebenaran yang hakiki. Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad Rohimahuloh di dalam musnadnya[1] dari ‘Abdulloh bin ‘Abbas Rodhiyallohu anhu dari Salman Al-Faarisiy Rodhiyallohu anhu, beliau berkata: Lebih Lengkap…..

الخميس 11 رجب 1433 -

[Seri Lengkap] Lentera Di Malam Kelam – Penjelasan Kesalahan KITAB AL-IBANAH

بسم الله الرحمن الرحيم

`

Penjelasan Terhadap Kesalahan (Kitab) Al-Ibanah
Karangan Syaikh Al-Imam di Ma’bar – Yaman

Penulis:
Abu Hatim Yusuf bin al-‘Ied bin Sholih al-Jazairy
Taqdim:
Syaikh an-Nashihul-amin Yahya bin ‘Ali al-Hajury
Syaikh al-Fadhil Muhammad bin Mani’ al-Ansy

Darul Hadits  Dammaj – Yaman
semoga Alloh menjaganya dari segala bentuk makar dan tipu daya
1432 H

FileHashes:
CRC32: FEB3775F
MD5: 1261CC2BB2FF03AC69AB7F5E6C999920
SHA-1: 936E893B8AAA1F6205BA8C3270D347F917E5171E

  Lentera Di Malam Kelam (Edisi Lengkap) (5.4 MiB, 1,713 hits)

الأحد 26 شعبان 1433 -

Larangan Menyembunyikan Ilmu Untuk Kaum Muslimin

بسم الله الرحمن الرحيم

LARANGAN MENYEMBUNYIKAN ILMU
UNTUK KAUM MUSLIMIN

Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilaliy
-semoga Alloh menjaganya-
Editor: ISNAD.net

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,” (Al-Baqarah: 159).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyAllohu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Barangsiapa ditanya tentang sebuah ilmu lalu ia menyembunyikannya, niscaya Allah akan mengikat mulutnya dengan tali kekang dari api Neraka pada hari kiamat,” (Shahih, HR Abu Dawud [3658], Tirmidzi [2649], Ibnu Majah [261], Ahmad [II/263, 305, 344, 353, 495, 499 dan 508], Ibnu Hibban [95], ath-Thayalisi [2534], Ibnu Abi Syaibah [IX/55], al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah [140] dan al-Hakim [I/101]). Lebih Lengkap…..

الاثنين 05 رمضان 1433 -

Testimoni Luqman; Skandal Hizbi Indo-Melayu (Edisi khusus 1 Syawwal 1433H)

SKANDAL HIZBI INDO – MELAYU
SIAPA YANG PALING BERDUSTA ?
( SiLUMAN ATAU KELEDAINYA )

Disusun oleh: ISNAD.Net
1 Syawwal 1433H

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, tepat dihari yang mulia disaat hampir seluruh kaum muslimin (Saudi, Yaman, Indonesia, Malaysia dll) bersamaan menyambut kebahagiaan Hari Raya Idul Fithr, kami suguhkan bingkisan istimewa ke-1 untuk kaum muslimin. Insya Alloh kami terbitkan suara rekaman pengakuan (testimoni) Siluman Badut (baca; Luqman Ba’aduh), dengan suara rekaman testimoni yang ada, membuktikan salah satu tokoh hizbiyyun tanah air ini berhubungan dengan tokoh hizbi malaysia Fathul Bari (siluqman memanggil kawan barunya ini sebagai ULAMA MUDA) dan membuat para hizbiyyun terguncang hebat – yang secara tidak langsung menyungkurkan tunggangannya (si keledai) Abdul Ghofur seorang aktifis facebooker (pes-boker) –yang memiliki banyak nama samaran, dan masih segar ingatan kita fatwa syaikh Yahya tentang hukum menggunakan facebook — tentunya sang keledai ini menyamar sebagai intel  jadi-jadian di dunia maya, sebagaimana kebiasaanya masa lalunya yang gemar “memata-matai” kaum muslimin lantaran sempat digembleng bersama ‘asatidzah’ hizbi khowarij –kecuali yang telah Alloh beri Hidayah– pada manhaj khowarij era lasykar jihad bersama si panglima Ja’far Umar Tholib al-Khorijiy

Si Keledai ini  menulis dengan mengutip ucapan pes-boker malaysia: Lebih Lengkap…..

الاثنين 02 شوال 1433 -

(Soal-Jawab) Wanita yang menanggalkan pakaian selain ditempat mahromnya

بسم الله الرحمن الرحيم

WANITA TINGGAL BERSAMA MAHROMNYA

 

Pertanyaan:
Dengan nama Alloh yang Ar-Rohman (Maha Pengasih) lagi Ar-Rohim (Maha Penyayang)

Berkata seorang wanita kepada mahromnya: “Tinggalkan aku untuk menetap (tinggal) di asrama (tempat tinggal) khusus untuk para wanita, dan pergilah kamu ke asrama (tempat tinggal) khusus para pria dan tinggallah kamu di sana!”. Apakah dia (mahromnya) meninggalkannya ataukah tidak?

Jawaban:
Dengan nama Alloh yang Ar-Rohman (Maha Pengasih) lagi Ar-Rohim (Maha Penyayang).

Berkata Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Andunisy:
Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam, dan sholawat dan salam untuk Rosululloh, dan kemudian setelah itu:

لا يجوز للرجل أن يترك امرأته أو بنته في مسكن خاص بالنساء، وفي “مسند أحمد” عن عائشة رضي الله عنها، قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أيما امرأة وضعت ثيابها في غير بيت زوجها هتكت ما بينها وبين الله».

Tidak boleh bagi seorang pria meninggalkan istrinya atau putrinya di asrama (tempat tinggal) khusus para wanita, di dalam “Musnad Ahmad” dari ‘Aisyah –semoga Alloh meridhoinya-, dia berkata: Rosululloh صلى الله عليه وسلم berkata: “Siapapun dari wanita yang menanggalkan pakaiannya di selain rumah suaminya maka dia telah terkoyak diantaranya dan diantara Alloh”. Lebih Lengkap…..

الاثنين 12 رمضان 1433 -

Fatwa: Sekolah Campur Baur Laki-Laki dengan Perempuan

SEPUTAR HUKUM BELAJAR /SEKOLAH
CAMPUR BAUR
(IKHTILAT) LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
(YANG BUKAN MAHROM)

Karya: Asy-Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuriy
Dikoreksi Oleh: Abu Thurob Saif bin Hadhor al-Jawiy
Diterjemahkan oleh:
Abu AbdirRohman Shiddiq bin Muhammad al-Bughisiy
10 Sya’ban 1432H
Daarul Hadits Dammaj
-semoga Alloh menjaga mereka dari segala bentuk makar-


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين

Dalam rangka mengamalkan firman Allah تعالى:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُون

“Dan bertanyalah kalian kepada ahlu dzikr (Ulama) jika kalian tidak mengetahui.”

Dan firmanNya:

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ﴾  [العنكبوت/43

“Dan itulah permisalan yang kami misalkan bagi manusia dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.”

Kami memaparkan soal ini kepada Fadhilatus Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajury  -حفظه الله – sebagaimana yang berikut ini:

Pertanyaan: Telah muncul sekarang ini di kebanyakan wilayah negeri Yaman, sekolah-sekolah yang diberi nama (محو الأمية) penghapusan buta huruf, mereka mengajar di sekolah tersebut para wanita, dan kebanyakan pengajar dari kalangan laki-laki, mereka mengajar wanita yang telah mencapai usia baligh atau mendekati usia baligh, atau sekitar usia tersebut. Maka terjadilah al-ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom) dan an-nadzor (memandang yang tidak halal) dan perkara lain yang Allah lebih tahu apa yang tengah terjadi sekarang ini atau yang akan datang, dan kami di negeri Bani Qois –Hasyid- sangat prihatin terhadap hal ini, oleh karena itu kami mengharap dari Fadhilatikum wahai Syaikh untuk menjelaskan kepada kami hukum syar`i dalam perkara ini, dan mengenai tanggung jawab orang tua dalam pengarahan anak-anak mereka laki-laki dan perempuan? Lebih Lengkap…..

الخميس 14 رمضان 1433 -

[Seri Lengkap] Apel Manalagi Buat Cak Malangi

MENGINGAT KEMBALI KEBUSUKAN
ABDUL GHOFUR AL-MALANGI
( Keledai Bersepatu Merah Jambu)

Ditulis oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsy Al Jawy Al Indonesy
Dikoreksi oleh:
Abu Turob al-Jawy
-semoga Alloh menjaga dan memaafkan keduanya-
15 Ramadhan 1433H
Darul Hadits Dammaj – Yaman
-Semoga Alloh menjaganya-


FileHashes
CRC32: 21AAA6D0
MD5: 1431C6BBAAF9E060AF9D38D222D2A574
SHA-1: ED9DEC11FD926F6DB0AB11233390E141453AE7E8

  Seri Lengkap Apel Malang (2.4 MiB, 1,060 hits)

 

 

Mengingat Kembali

Kebusukan Abdul Ghofur Al Malangi

Ditulis oleh:

Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsy Al Jawy Al Indonesy

-semoga Alloh memaafkannya-

Darul Hadits Dammaj

Yaman

-Semoga Alloh menjaganya-

الجمعة 22 رمضان 1433 -

Syaikh Robi’:Kirim Mereka ke Dammaj untuk belajar Ilmu dan Sunnah

KIRIM MEREKA KE DAMMAJ
UNTUK BELAJAR ILMU DAN SUNNAH

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
“Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia dan jangan kamu ikuti jalan-jalan (lainnya) sebab jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah berwasiat kepada kamu mudah-mudahan kamu bertaqwa.”
(QS. Al An’am : 153)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
Sesungguhnya Allah meridlai tiga perkara untuk kamu –di antaranya beliau bersabda– : “ … dan hendaknya kamu semua berpegang dengan tali Allah.”
(Hadits dikeluarkan oleh Al Baghawy 1/202 nomor 101)

Hudzaifah bin Al Yaman radliyallahu ‘anhu berkata :
“Hai para Qari’ (pembaca Al Quran) bertaqwalah kepada Allah dan telusurilah jalan orang-orang sebelum kamu sebab demi Allah seandainya kamu melampaui mereka sungguh kamu melampaui sangat jauh dan jika kamu menyimpang ke kanan dan ke kiri
maka sungguh kamu telah tersesat sejauh- jauhnya.”
(Al Lalikai 1/90 nomor 119, Ibnu Wudldlah dalam Al Bida’ wan Nahyu ‘anha 17,
As Sunnah Ibnu Nashr 30)

Lebih Lengkap…..

الثلاثاء 17 شوال 1433 -

Apakah boleh menghadiri majelis (Syaikh) Ali Hasan al-Halabi ?

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada hari sabtu, 28 Syawwal 1433H kami bertanya kepada Abu Fairuz (Dammaj)
” Siapa Ali Hasan al-Halabi (tersebar/disebarkan sebagai murid senior Imam al-Albani rahimahulloh) ? Apakah boleh mengambil ilmu/duduk dimajelisnya ? karena besok (Ahad, 29 Syawwal 1433H) dia mengisi “Tabligh Akbar” di Masjid Terbesar Kaum Muslimin di Asia Tenggara (Istiqlal – Jakarta,Indonesia)”

Berkata Abu Fairuz ” Ali Hasan al-Halabi adalah HIZBI MUBTADI’ dengan manhaj seperti manhaj Abul Hasan al-Mishri. Para Ulama (Ahlussunnah) telah mentahdzirnya. Jangan diambil Ilmunya ” -selesai-

السبت 28 شوال 1433 -

Menggebuk Si Keledai Dungu

MENGGEBUK Si KELEDAI DUNGU

Ditulis oleh: Abu Abdirrohman Shiddiq al-Bugisiy
-semoga Alloh menjaganya-
2 Dzulhijjah 1433 H
Darul Hadits Dammaj

حرسها الله

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وحده, ونصر عبده, والصلاة والسلام على من لا نبي بعده؛ أما بعد

Abdul Ghofur Malang al-Hizbi pengekor Luqman Ba’abduh al-Hizbi telah menyebar sebuah tulisan rendahan yang berjudul “Muhadharah Gabungan Hajuriyah _Hasaniyah” menukil berita dari web sampah “wahyain.com” yang di isi oleh para hizbiyyin mar’iyyah yang intinya sebagai berikut:

Beberapa bulan yang lalu diadakan sebuah muhadharah bersama Hajuriyah-Hasaniyah di sebuah masjid di distrik Al Qaidah di Propinsi Ib. Masjid ini termasuk sebagai masjid terbesar milik para pengikut Al Hajury di distrik tersebut dan merupakan markas mereka yang palingutama di sana, sedangkan tim penceramahnya merupakan pengikut Abul Hasan Al Ma’riby yang namanya ‘Adnan Zuraiq.

Telah memberi sambutan dalam muhadharah tersebut seorang tokoh dari para pengikut Yahya Al Hajury di distrik tersebut yang bernama Majid Al ‘Udaini, dia ini memuji-muji ‘Adnan Zuraiq.

Dan sebelum memberikan kata sambutan, dia mengumumkan muhadharah secara lisan dan melalui pamflet/selebaran yang dia tempelkan di masjid.

Di dalam muhadharah tersebut ‘Adnan Zuraiq memuji Abul Hasan Al Ma’riby dan bahwasanya dia (Abul Hasan) pernah mendukung pasukan di Kitaf dengan harta dan pasukannya. Setelah mehadharah tersebut diadakan (lagi) muhadharah yang lain antara pengikut Hajuriyun dan Abul Hasan di salah satu masjid Hajuriyun lainnya.
Jadi, inilah contoh dari bersihnya manhaj Hajuriyin.
Sumber: http://wahyain.com/forums/showthread.php?t=2784
-selesai-

HAKIKAT PERKARA

Sebagaimana yang dikabarkan kepada kami (dari ;ed) Akh ‘Ali Al Mutsanna حفظه الله yang hasilnya secara makna: Lebih Lengkap…..

الاثنين 07 ذو الحجة 1433 -

Syaikh Robi bicara (lagi) tentang Kitab al-Ibanah dan penulisnya

بسم الله الرحمن الرحيم

LARANGAN MENYEBARKAN KITAB SESAT
” AL-IBANAH “

8 Dzul Hijjah 1433 H
Darul Hadits Dammaj harasahallah

Telah menyampaikan berita kepada kami dari Abu Abdirrohman Shiddiq al-Bugisiy (Dammaj) berkata ” Berkata Al-Akh ‘Utsman As-Semarangi (dammaj) dari Al-Akh Akrom Al-Ibbi di mana beliau mendengar langsung dari Asy-Syaikh Robi’ hafidzahullah kurang lebih empat hari lalu bahwa Syaikh Robi hafidzahullah berkata:

Kitab al-Ibanah karya Muhammad Al-Imam adalah kitab dholal dilarang untuk disebarkan, adapun tentang jihad di Dammaj, beliau mengilzamkan Muhammad Al Imam untuk mengatakan bahwa itu adalah jihad yang syar’i” -selesai-

PENTING
1. Download disini bantahan lengkap Kitab Dholal al-Ibanah
2. Hendaknya yang mengetahui menyampaikan yang tidak hadir (tidak mengetahui)
JazakAllohu khoir

الخميس 10 ذو الحجة 1433 -

Menyingkap Pemahaman Murji’ah – Muhammad al-Imam

MENYINGKAP PEMAHAMAN MURJI’AH
PADA SIKAP BERLEPAS-DIRINYA MUHAMMAD AL-IMAM
DARI PENGKAFIRAN ROFIDHOH ZANADIQOH

Judul Asli:
Kasyfu Irja’i Muhammad bin ‘Abdillah Al-Mulaqqob bi Al-Imam fi
Tabri’atir Rofidhoh Zanadiqoh minal Kufr

Ditulis Oleh:
Syaikh Abu Hatim Sa’id bin Da’as
-Semoga Alloh Menerimanya Sebagai Syuhada’-

Alih Bahasa:
Abu Ja’far al-Harist al-Andalasy
-Semoga Alloh Mengokohkannya Di Atas Sunnah-

Muhammad bin ‘Abdillah yang dijuluki Al-Imam telah banyak melakukan perdebatan dalam sikap berlepas dirinya dari pengkafiran dan keluarnya para zindiq -yang telah mengkafirkan, memfasikkan, dan memvonis para shahabat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam sebagai orang-orang yang sesat- dari agama Islam. Besarnya kadar kelancangannya untuk terjun ke masalah tersebut telah sampai ke level gawat!!, dia banyak melakukan pencampur-adukkan dan pengkaburan yang bisa membuat orang-orang bodoh dan orang-orang awam terpedaya. Perbuatannya adalah bahaya dalam lingkup yang besar.

Sekalangan penuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj dan selainnya telah menjelaskan kesamaran dan kelancangan yang diperbuatnya dalam pelepasan diri terhadap pengkafiran orang-orang yang telah sah kekafirannya dengan pasti dari kalangan Rofidhoh Zanadiqoh yang telah mengkafirkan, memfasikkan, dan memvonis para shahabat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam sebagai orang-orang yang sesat. Akan tetapi mereka (para penulis bantahan) –bersamaan dengan bantahan-batahan mereka yang mencakup diskusi ilmiyyah- tidak menyinggung landasan pokok yang dengannya Muhammad bin ‘Abdillah -yang dijuluki Al-Imam- membangun sikap lancang yang berbahaya dalam membela Rofidhoh Zanadiqoh yang kafir, yang telah keluar dari jama’ah muslimin dengan pasti lagi yakin.

Maka saya meminta pertolongan kepada Alloh untuk menjelaskan perkara tersebut sehingga rang-orang bisa memahami bahaya apa yang telah  dicontohkan dan didakwahkan orang ini berupa pemikiran yang berbahaya, yang menyelisihi sikap keimanan kaum muslimin dalam menyikapi Rofidhoh Zanadiqoh para munafiq, musuh-musuh Alloh dan rosul-Nya shallalahu ‘alayhi wasallam yang telah mengkafirkan, memfasikkan, dan memvonis para shahabat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam sebagai orang-orang yang sesat. Saya namakan risalah yang disegerakan ini, “Kasyfu Irja’i Muhammad bin ‘Abdillah Al-Mulaqqob bi Al-Imam fi Tabri’atir Rofidhoh Zanadiqoh minal Kufr”, saya memohon kepada Alloh taufik dan pertolongan.

Filehashes
CRC32: C3AB1B7C
MD5: 114CEAFC7ABD29A1467E758C0106637F
SHA-1: 81B5F0CC9758CA337101C23C8C89F36DD947DB72

  Menyingkap Pemahaman Irja' - Muhammad al-Imam (451.0 KiB, 593 hits)

Penting !!

  1. Sikap Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholi -semoga Alloh menjaganya- tentang kitab sesat “al-Ibanah” tulisan Muhammad al-Imam disini
  2. Download bantahan LENGKAP kitab sesat “al-Ibanah” tulisan Muhammad al-Imam disini
  3. Bukti perkataan Muhammad al-Imam tentang TIDAK KAFIRNYA (SYI’AH) ROFIDHOH ZANADIQOH disini dan didukung oleh para hizbiyyun luqmaniyyun di tanah air.
الاثنين 14 ذو الحجة 1433 -

(Terjemahan) Bantahan Kitab “Rifqon Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah”

BANTAHAN KITAB
“Rifqon Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah”

Penulis: Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi
-semoga Alloh merahmati beliau-

Penerjemah: Abu Umar Ahmad Rifaiy al-Jawi
-semoga Alloh menjaganya-

Selesai diterjemahkan di Darul Hadits Dammaj
-semoga Alloh menjaganya-
14 Muharrom 1434 H

بسم الله الرحمن الرحيم

Fadhilatusy Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi rohimahulloh berkata:

Kepada Fadhilatusy Syaikh Al-Fadhil Al-’Allamah: ‘Abdul Muhsin bin Hamd Al ‘Abbad Al Badr yang dimuliakan.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Wa ba’d;

Saudaraku, saya telah menerima telepon pada malam Kamis bertepatan dengan tanggal 10/5/1424 H, di dalam pembicaraan tersebut Anda memarahiku. Anda berkata bahwa Anda telah menerima telepon dari seseorang yang mengabarkan tentang sebuah rekaman pembicaraan saya. Di antara isi pembicaraan tersebut, saya berkata kepada si penanya, “Sesungguhnya tidak ada yang menyebarkan kitab ini –yaitu kitab Anda yang berjudul “Rifqon Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah” kecuali seorang ahlul bid’ah”.

Saya katakan kepada Anda, “Alloh Maha Mengetahui bahwa saya tidak pernah membid’ahkan Anda, dan tidak pula (dengan perkataan tersebut) saya bermaksud untuk  membid’ahkan Anda; karena saya masih menganggap Anda sebagai seorang pengikut Sunnah yang gigih dalam menyebarkannya.

Akan tetapi saya menganggap tindakan Anda menulis kitab ini sebagai suatu perbuatan yang buruk terhadap Sunnah yang masih senantiasa Anda sebarkan dan Anda ajarkan kepada manusia sejak masa yang cukup lama. Meskipun saya yakin, tentunya Anda tidak bermaksud untuk berbuat buruk terhadap Sunnah. Sebenarnya maksud Anda –menurut  dugaan saya– hanyalah untuk mendamaikan antara dua kubu yang sedang bertikai, yaitu antara kelompok garis keras –yang  karena kerasnya sehingga keluar dari sikap adil–, dengan kelompok pertengahan, Wallohu a’lam.

Akan tetapi Anda telah berbuat tidak baik dengan menulis kitab ini; bahkan tampak dengan jelas dalam kitab tersebut darinya upaya untuk melemahkan salafiyyin dari membicarakan kesalahan ahlul bid’ah dan mengkritik mereka.

FileHashes
CRC32: C66D799E
MD5: 03249A4FFE36EE3009A25AD0E31767C6
SHA-1: F608F2E3657B21A9462F7C588797303D670640BE

  Bantahan Kitab "RIFQON AHLAS SUNNAH BI AHLIS SUNNAH" (572.8 KiB, 665 hits)

الجمعة 16 محرم 1434 -

Tahdzir Ulama terhadap Ali Hasan al-Halabiy (bag.1)

TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL
BUHUTSIL ILMIYYAH
WAL IFTA’

TERHADAP DUA KITAB ALI HASAN AL HALABI
TENTANG IRJA’
( Bag.1 )

 

Penerjemah:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy
-semoga Alloh memaafkannya-

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، أما بعد

Telah banyak permintaan dari sebagian ikhwah di tanah air agar saya menjelaskan kepada mereka keadaan seorang tokoh yang bernama Ali bin Hasan bin Ali bin Abdil Hamid Al Halabiy, maka saya bertekad untuk memenuhi permintaan mereka sebagai bentuk kesetiaan pada Alloh, kitab-Nya, Rosul-Nya, dan nasihat bagi seluruh muslimin. Saya akan sebutkan kritikan beberapa ulama terhadap orang ini, yang telah nampak loyalitasnya kepada para pengekor hawa nafsu dan pertolongan untuk mereka, bersamaan dengan dia melancarkan serangan terhadap Ahlussunnah dan melembekkan manhaj Salafush Sholih.

Saya tidak bermaksud mengumpulkan keseluruhan poin kebatilannya, akan tetapi maksud utama hanyalah menampilkan sebagian dari penyelewengannya disela-sela bantahan dan perkataan sebagian ulama terhadapnya.

Saya telah menyebutkan di dalam risalah ini risalah-risalah dari beberapa ulama dan perkataan mereka terhadap Ali Hasan Al Halabiy. Para ulama tersebut adalah: Lebih Lengkap…..

الأحد 19 محرم 1434 -

Tahdzir Ulama terhadap Ali Hasan al-Halabiy (bag.2)

TAHDZIR LAJNAH DAIMAH
DIPIMPIN AL IMAM IBNU BAZ
-rahimahulloh-
TERHADAP SATU KITAB YANG DIDUKUNG DAN DIPERJUANGKAN
OLEH ALI HASAN AL HALABI UNTUK DICETAK
( Bag.2 )

 

Penerjemah:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy
-semoga Alloh memaafkannya-

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، أما بعد

Sesuai dengan permintaan para ikhwah agar saya memiliki andil memberikan saham –meski tak seberapa- untuk membela agama ini dari pengotoran dan penyimpangan para pelaku kebatilan, secara khususnya saya diminta untuk memberikan penjelasan tentang kondisi seorang tokoh yang bernama:

“Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al Halabiy”

yang digelincirkan oleh setan sehingga menjauh dari sikap istiqomah dan membangkang dan menyombongkan diri terhadap nasihat para ulama yang benar dan didukung oleh dalil dan manhaj salaf.

Maka saya berusaha untuk mengumpulkan dan menerjemahkan sedikit demi sedikit ucapan para ulama tentang tokoh tersebut atau bantahan mereka terhadap kekeliruannya.

Ternyata Alloh ta’ala menyampaikan saya kepada ucapan Fadhilatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ali Humayyid حفظه الله dan Asy Syaikh Abdul Aziz bin Faishol Ar Rojihiy حفظه الله yang menjelaskan bahwasanya penyimpangan tokoh tadi sudah lama berlangsung dan bahkan dia berusaha mengelabui umat dengan mendukung kitab “Ihkamut Taqrir” yang berisi penyimpangan aqidah keimanan, yang kemudian kitab tadi ditahdzir oleh Samahatul Imam Al Mufti Abdul ‘Aziz Ibnu Baz رحمه الله bersama Lajnah Daimah pada waktu itu (tahun 1419 H). Maka saya masukkan pembahasan tersebut dalam bab kedua dari rangkaian terjemahan kitab saya yang sederhana ini.

Selamat menyimak, semoga Alloh memberikan taufiq-Nya pada kita semua. Lebih Lengkap…..

السبت 25 محرم 1434 -

Tahdzir Ulama terhadap Ali Hasan al-Halabiy (bag.3)

BANTAHAN ASY-SYAIKH AHMAD AN-NAJMIY
-rahimahulloh-
UNTUK ALI HASAN AL-HALABIY
-hadaahulloh

Penerjemah:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy
-semoga Alloh memaafkannya-

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar Penerjemah

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، أما بعد

Setelah selesai menerjemahkan bab satu dan bab dua tentang tahdzir Lajnah Daimah terhadap kitab-kitab yang terkait dengan Ali Hasan Abdil Hamid Al Halabiy, berikut ini adalah jawaban dan bantahan Fadhilatusy Syaikh Muftil Mamlakah Su’udiyyah bagian selatan: Ahmad bin Yahya An Najmiy رحمه الله terhadap surat Ali Hasan Abdil Hamid Al Halabiy هداه الله.

Semoga Alloh memberikan taufiq-Nya. Lebih Lengkap…..

الخميس 30 محرم 1434 -

Tahdzir Ulama terhadap Ali Hasan al-Halabiy (bag.4)

MEMBONGKAR AQIDAH MURJIAH
MEMBUKTIKAN BENARNYA FATWA LAJNAH DAIMAH

(Rof’ul Laimah ‘An Fatwal Lajnatid Daimah)


Dengan Kata Pengantar :

~ Fadhilatusy Syaikh Sholih Al Fauzan
~ Fadhilatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ar Rojihiy
~ Fadhilatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ali Humayyid
-Semoga Alloh menjaga beliau semua-

Penulis:
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Salim Ad Dausriy
-semoga Alloh menjaga beliau-

Penerjemah:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Jawiy
-semoga Alloh memaafkannya-

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar Penerjemah

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد

Alhamdulillah dengan ini selesailah terjemah dari risalah yang bagus ini, dan segala puji bagi Alloh Yang menakdirkan saya menerjemahkan kitab ini. Seandainya bukan takdir Alloh dengan menjadikan adanya tantangan dari sebagian pihak, barangkali banyak saudara kita yang tidak kenal kitab ini dan juga tidak kenal penulisnya. Tapi cukuplah Alloh yang kenal beliau dan kerja keras beliau dalam membela kebenaran dan membantah kebatilan. Dan cukuplah tazkiyyah untuk beliau bahwasanya ulama Ahlussunnah mengenal beliau dan memuji beliau, sekalipun bisa jadi sebagian orang akan meneriakkan slogan sururiyyin: “Kita tunggu ucapan Kibarul Ulama”, yaitu: penulis kitab ini cuma dari kalangan ulama kecil.

Alhamdulillah Ahlussunnah Wal Jama’ah ikut dalil dan hujjah, dan menerima ucapan yang sesuai dengan kebenaran, berbeda dengan pengekor hawa nafsu yang berlindung di balik taqlid buta untuk membolehkan dirinya menghindar dari kewajiban ikut kebenaran.

Sekarang para ulama besar telah berbicara tentang kebatilan Ali Hasan, maka terimalah itu. Sayangnya para sururiyyin setelah itu berkilah dengan alasan “Kita tak boleh taqlid ulama!” semakin jelas bagi Ahlussunnah bahwasanya para sururiyyin sebenarnya memang bukan pengikut syariat, tapi sekedar pembebek hawa nafsu, bongkar pasang kaidah dan syi’ar sesuai dengan hawa nafsunya.

Insya Alloh sebentar lagi akan datang bantahan Fadhilatusy Syaikh Robi Al Madkholiy حفظه الله terhadap Ali Al Halabiy, yang diterjemahkan Akhunal karim Abul Mundzir Mujahid atau saya sendiri atau sebagian ikhwah yang lain. Jazahumullohu khoiro.

Wallohu ta’ala a’lam.

Filehashes
CRC32: 47779FB1
MD5: F1B8A2C469400452D85EF27998238316
SHA-1: C7F3D501E05DC8CBD38DD354D96DC04A34462FD0

  FULL: Tahdzir Untuk Ali Hasan bag.4 (1.0 MiB, 376 hits)

الأحد 10 صفر 1434 -

Membela Hizbiyyah Mubtadi’ah, Menolak Tahdzir Ulama Sunnah

MEMBELA HIZBIYYAH MUBTADI’AH
MENOLAK TAHDZIR ULAMA SUNNAH

Ditulis oleh: Robi’ bin Hadi Umair Al-Madkholi
-semoga Alloh menjaganya-
29 Robi’ul Akhir 1433 H.
Alih Bahasa: Al-Faqiir ila rohmati robbihi,
Abul Mundzir Mujahid bin Rosyid bin Tiro Al-Bugisi
-semoga Alloh memaafkannya-
24 shafar 1434 H
www.isnad.net

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا أما بعد:

Kita-sama-sama mengetahui bahwa pembelaan terhadap pelaku kejahatan bukanlah perkara yang dibenarkan secara agama maupun norma kesusilaan. Maka bagaimana jika kejahatan tersebut dilakukan pada perkara yang sangat agung, perkara agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang tak lain kejahatan tersebut berupa kesyirikan, bid’ah dan hizbiyyah.

Meski banyak orang yang lalai dalam masalah ini, namun –walhamdulillah- seorang salafy – ahlussunnah – tidaklah termasuk ke dalam barisan orang-orang yang lalai tersebut. Akan tetapi mungkin tak jarang di antara ahlussunnah yang tidak begitu mencermati modus pembelaan terhadap pelaku kebatilan. Karena itu –insyalloh- akan diuraikan modus terbesar yang ditempuh para pembela kriminil tersebut, yaitu penolakan penjelasan dari seorang alim atas pelaku kebatilan, dengan alasan bahwa alim itu sendirian atau segelintir saja, sementara para ulama yang lain tidak “berkomentar” sama, dengan kata lain modus ini dikenal dengan “penolakan khobar ahad”. Dengan langkah ini mereka tidak menerima khabar bahwa seseorang telah menjadi seorang mubtadi’ sebelum dia membuktikan dengan mata kepalanya sendiri. Lebih Lengkap…..

الخميس 20 صفر 1434 -

Nasehat an-Nashihul Amin – Yahya al-Hajuri dalam perkara fitnah Hizbiyyah

MEREKA HANYA MENDUGA-DUGA

(disertai Nasehat dari Syaikhuna YAHYA BIN ‘ALI Al-HAJURY Hafizhohulloh)
Ditulis oleh: Abu Ja’far Al-Andalasy

-semoga Alloh memaafkan kesalahannya-
www.isnad.net

Dammaj,Yaman 25 Shofar 1434

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين، وبه نستعين، والصلاة والسلام على سيد المرسلين، وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد:

Telah lewat beberapa tahun semenjak munculnya fitnah hizbul ‘Adeny, banyak orang yang terjerembab, banyak yang berusaha bangkit dan tobat, dan yang hanyut dibawa gelombang hizbiyyah, termasuk yang paling banyak korbannya adalah ikhwah di Indonesia.

Banyak perdebatan yang mereka munculkan, namun kesimpulannya tak jauh beda: Mereka hanya menduga-duga. Membangun kesimpulan di atas was-was dan falsafah. Ooo Syaikh U bilang begini, Eeee Syaikh W bilang begitu …. maka jadinya begini, maksudnya begitu … Karena itulah banyak sekali ditemukan kaidah-kaidah mereka yang saling bertolak belakang

Perlu diyakini bahwa kebenaran itu cuma satu tidak berbilang, dan kebenaran tidak bakal baku-pukul, bertolak belakang. Bahkan adanya bentuk pertentangan dalam satu pendapat menunjukkan kekeliruan pendapat tersebut. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahulloh mengatakan: “Aku tidak mengetahui seorangpun yang keluar dari Al-Kitab dan As-Sunnah, dari seluruh pengguna ilmu kalam dan falsafah, kecuali mesti bertolak belakang (pada kaidah yang dibangunnya), sehingga dia menghukumi mustahil pada perkara yang semisalnya dia wajibkan, dan dia mewajibkan sesuatu pada perkara yang semisalnya dia hukumi mustahil. (Hal itu) karena perkataan mereka bukanlah sesuatu yang datang dari sisi Alloh. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Lebih Lengkap…..

الأربعاء 26 صفر 1434 -

Cakaran Pertama: Syair untuk wushobiy yang kejam

GORESAN KENANGAN SAAT LEWAT MAKAM
DI MUSIM DINGIN YANG AGAK MENCEKERAM

Tetesan tinta:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Jawiy Al Indonesiy
Semoga Alloh memaafkannya

Dammaj (Yaman) 28 Shafar 1434H

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، الله صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين أما بعد

1 Kulangkahkan kaki di gelapnya malam
2 Bulan tampak pucat di langit temaram
3 Tak terasa sampai di pinggiran makam
4 kuburan syuhada([1]) di malam yang suram
5 Aku tak dapati ada rasa seram
6 bahkan temali ku- rasakan teranyam
7 Kenangan terajut akan singa Islam
8 yang berkalang tanah jasadnya terdiam
9 dengan darah segar mereka dipendam.
10 Jiwaku bagai di- sayat pisau tajam
11 perih ingat pertem- puran yang mencekam
12 jam sebelas siang di satu Muharram
13 hujan mortir yang me- ledak bak meriam
14 badai peluru yang menyembur menghantam
15 dari para setan rofidhoh yang kejam
16 akhlaq bagai babi dengan jiwa legam
17 tebarkan maut hing- ga jam tujuh malam.
18 Berhasrat kebenar- an di Dammaj karam. Lebih Lengkap…..
الأحد 01 ربيع الأول 1434 -

Cakaran kedua: Perbandingan Dakwah Asy-Syaikh Muqbil dengan Wushobiy

SISI PERBADINGAN DAKWAH
ASY-SYAIKH MUQBIL DENGAN DAKWAH WUSHOBIY

Ditulis Oleh:
Asy Syaikhul Fadhil Abu Abdissalam Hasan bin Qosim Ar Roimiy
حفظه
الله
6 Shafar 1434H

Diterjemahkan Oleh:
Abu Mas’ud  Syamsul Arifin Al Jawiy Al Indonesiy

عفا الله عنه

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله ناصر دينه ومعز أوليائه ومعلي كلمته أحمده على آلائه العظام وفضائله الجسام وأصلي وأسلم على خير أنبيائه وأصفيائه وعلى الصحابة الكرام والتابعين لهم بإحسان ومن تبعهم واهتدى بهديهم إلى يوم الدين , أما بعد :

Sungguh Alloh Subhanahu wata’ala telah memberi taufiq kepadaku untuk menulis makalah kecil sebagai bentuk bantahan kepada si orang maftun Muhammad binAbdul Wahab al Wushoby yang berada di Hudaidah dengan judul :

(تحذير الأمة من تخبطات وصابي الحديدة داعية الفتنة المضلة )

“Peringatan kepada umat dari kecerobohan Wushoby Hudaidah seorang da’i penyebar fitnah yang menyesatkan”

Yang ini merupakan kerjasama dariku untuk saudaraku para da’I dalam rangka menjelaskan keadaan orang maftun ini dan menjabarkan kesesatan serta penyelewengannya dari petunjuk salaf dari kasetnya yang tertanggal 18 Muharrom 1434 Hijriah. Yang tercakup didalamnya kejahatan dan kelaliman serta permusuhan kepada ahlus sunnah salafiyah di Darul Hadits Dammaj dan juga kepada Syaikh al ‘Alamah an Nashihil Amin Yahya bin ‘Ali al Hajury hafidhohulloh dan semoga Alloh memberikan balasan dan pahala yang banyak. Di tengah-tengah bantahanku yang kutujukan kepadanya beberapa saat yang lalu. Kutunjukkan sepintas tentang perbedaan antara dakwah Imam al Wadi’i rohimahulloh dengan dakwah Wushoby semoga Alloh merendahkannya, aku berkata di sana : “Sesungguhnya orang memandang sebenarnya dalam dakwahnya Imam al Wadi’I rohimahulloh dengan dakwahnya Wushoby dan membandingkan antara keduannya maka akan didapati perbedaan jarak dan kelebihan yang sangat jauh bedanya. Dan ini diketahui oleh orang yang adil dalam perkataan serta pandangan yang benar, dan cocoklah dengan perkataan penyair tentang dua ungkapan: Lebih Lengkap…..

الثلاثاء 03 ربيع الأول 1434 -

Patahnya Taring Si Hizbiy Al-Wushobiy (Bag.1)

MEMATAHKAN TARING MUHAMMAD AL-WUSHOBIY
YANG MENYEMBUL DIBALIK CADAR HIZBIY
(Bag.Pertama)

Dengan Kata Pengantar:
Asy Syaikh Al Fadhil Abu Muhammad
Abdul Hamid bin Yahya Al Hajuriy Az Za’kariy

حفظه الله

Ditulis dan Diterjemahkan Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy

عفا الله عنه

Judul Asli:
“Kasrul Anyabil Barizah Tahtan Niqob
(Niqosyun ‘Ilmiyyun Ma’a Ibni Abdil Wahhab Shohibi Wushob)”

Terjemah Bebas:
“Mematahkan Taring Muhammad Al Wushobiy Yang Menyembul Di Balik Cadar Hizbiy”

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar Penerjemah

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأه محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين، وأما بعد

Sesungguhnya kami mengira bahwasanya seusai serangan keji Rofidhoh dan bermunculannya ayat-ayat Alloh yang ajaib yang menyebabkan gagalnya makar mereka, banyak masyayikh dan ikhwah yang akan sadar akan kebenaran yang dibela oleh Salafiyyun Dammaj dan yang bersama mereka, dengan dalil naqliy dan dalil waqi’iy.

Apalagi Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushobiy di hadapan Asy Syaikh Robi’ Al Madkholiy حفظه الله di musim haji tahun 1433 H telah menjanjikan akan menampilkan ucapan-ucapan yang bagus.

Tapi ternyata begitu Muhammad Al Wushobiy pulang ke Hudaidah, dia merubah kebiasaannya yang telah berlangsung bertahun-tahun (biasanya dia istirahat sekian lama untuk memulihkan stamina baru kemudian kembali mengisi dakwah), dan justru segera keliling beberapa wilayah Yaman sambil melancarkan serangan keji yang banyak sekali terhadap salafiyyin Dammaj yang masih belum sembuh betul dari luka-luka kejahatan pemberontak Rofidhoh. Belum lagi yang cacat seumur hidup, atau jadi yatim, atau kehilangan suami, atau kehilangan saudara atau saudari, atau rumahnya hancur, dan sebagainya. Lebih Lengkap…..

السبت 07 ربيع الأول 1434 -

Patahnya Taring Si Hizbiy Al-Wushobiy (Bag.2)

MEMATAHKAN TARING MUHAMMAD AL-WUSHOBIY
YANG MENYEMBUL DIBALIK CADAR HIZBIY
(Bag.kedua/selesai)

Dengan Kata Pengantar:
Asy Syaikh Al Fadhil Abu Muhammad
Abdul Hamid bin Yahya Al Hajuriy Az Za’kariy

حفظه الله

Ditulis dan Diterjemahkan Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy

عفا الله عنه

Judul Asli:
“Kasrul Anyabil Barizah Tahtan Niqob
(Niqosyun ‘Ilmiyyun Ma’a Ibni Abdil Wahhab Shohibi Wushob)”

Terjemah Bebas:
“Mematahkan Taring Muhammad Al Wushobiy Yang Menyembul Di Balik Cadar Hizbiy”

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar Penerjemah

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأه محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين، وأما بعد

Sesungguhnya hanya dengan pertolongan Alloh semata saya bisa menyelesaikan terjemah dari bagian kedua dari risalah ini. Semoga Alloh memberikan manfaat untuk kita semua.

Dan juga saya menyadari betapa banyaknya kesalahan yang saya perbuat sebagai manusia biasa, kepada Alloh dan juga kepada para ikhwah sekalian, maka dengan perantaraan pengantar terjemah risalah ini  saya mohon ampun pada Alloh Yang Mahaagung atas dosa-dosa dan kesalahan yang telah berlalu.

Dan dari Abu Musa Al Asy’ariy رضي الله عنه yang berkata: Dari Nabi صلى الله عليه وسلم dulu banyak berdoa dengan doa ini:

«اللهم اغفر لي خطيئتي وجهلي وإسرافي في أمري وما أنت أعلم به مني اللهم اغفر لي جدي وهزلي وخطئي وعمدي وكل ذلك عندي اللهم اغفر لي ما قدمت وما أخرت وما أسررت وما أعلنت وما أنت أعلم به مني أنت المقدم وأنت المؤخر وأنت على كل شيء قدير». (أخرجه مسلم (2719)).

“Wahai Alloh, ampunilah kesalahan saya, kebodohan saya, sikap saya yang berlebihan dalam urusan saya, dan apa saja yang Engkau ketahui dari saya. Wahai Alloh, ampunilah keseriusan saya, canda saya, kesalahan yang tidak saya sengaja, kesalahan yang saya sengaja, dan itu semua ada pada saya. Wahai Alloh, ampunilah kesalahan saya yang terdahulu, yang belakangan, yang saya rahasiakan, yang saya umumkan, dan yang Engkau lebih mengetahuinya daripada saya. Engkaulah Yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengakhirkan. Dan Engkau Mahamampu terhadap segala sesuatu.” (HR. Muslim (2719)).

Dan saya mohon maaf kepada segenap ikhwah di sini dan di negri kita dan di manapun mereka berada atas seluruh kesalahan yang datang dari saya baik secara langsung ataupun tidak langsung, dan atas seluruh kekurangan saya dalam upaya dan tugas melayani umat Islam dan urusan yang-lain-lain.

Filehashes
CRC32: AC59DC36
MD5: 0AAD55A238BD2815C9C80AF1D9F0998A
SHA-1: 0AC9EF5C81C87089E707F2D91867924CAB1FD2E0

  Patahnya taring wushobi (bag.2) (1.4 MiB, 320 hits)


الجمعة 04 ربيع الثاني 1434 -

Kedudukan Dzulqornain (Makassar) disisi An-Nashi al-Amin Yahya al-Hajuri (Dammaj) disertai Audio+Terjemahan

KEDUDUKAN DZULQORNAIN (MAKASSAR)
DISISI AN-NASHI AL-AMIN
YAHYA BIN ALI AL-HAJURI
-HAFIDZHAHULLOH-

Penerjemah:
Abu ‘Abdirrohman Shiddiq bin Muhammad Al-Bugisiy
11 Rabi’ut Tsani 1434H
Darul Hadits Dammaj
www.isnad.net
بسم الله الرحمن الرحيم


Pertanyaan terakhir: Apa nasihatmu kepada Salafiyyin di Indonesia yang berkaitan dengan sebagian saudara kami keluaran Darul Hadits Dammaj, kemudian ta’ashshub (fanatik) terhadap ‘Abdur Rahman dan saudaranya ‘Abdullah Al-Mar’iyyain, dan termasuk dari para ikhwah tersebut orang yang di panggil “Dzulqornain” dan akh ini punya Yayasan dan telah berkunjung kepada kami beberapa Masyaikh dari Dammaj ke negri ini beberapa kali tapi dia tidak hadir, Dzulqornain tidak menghadiri majlisnya sementara dia hadir di majlis syaikh ‘abdullah al mar’i (al-hizbi -pent) dan majlis syaikh ‘Ubaid al-Jabiri (al-hizbi –pent), dan tersebar berita di kalangan pengikutnya bahwasanya Dzulqornain telah berkunjung ke fiyush (sarang hizbiyyin –pent) tahun ini setelah kepulangannya dari mekkah dari umrah, kemudian ngisi muhadarah di fuyush dan diberi kata sambutan oleh ‘Abdurrahman Al-‘Adeni dan memberinya tazkiyyah dan berkata bahwa dzulqornain adalah salah seorang ulama dari ulama ahlus sunnah di Indonesia, dan  pengikutnya membanggakan hal tersebut, bagaimana sikap kita terhadapnya dan apakah engkau menasihati ahlus sunnah salafiyyin untuk menghadiri daurah-daurah dan majlis-majlisnya dan bisakah kita mengatakan bahwa dzulqornain dan yang bersamanya termasuk dari hizbiyyah baru? Baarokallahu fiikum Lebih Lengkap…..

الجمعة 11 ربيع الثاني 1434 -

Nasihat Yang Membangun untuk Syaikh Al ‘Allamah Rabi’ (Audio + Terjemahan) Bag.1

NASIHAT YANG MEMBANGUN UNTUK
SYAIKH AL ‘ALLAMAH RABI’
Bag.1

Jawaban sekaligus nasihat serta teguran untuk Syaikh Rabi’ yang berkaitan dengan tahdzirannya yang tidak benar terhadap Syaikh Yahya hafidzahumallah

www.isnad.net
Suara Audio:
Abu ‘Abdirrohman Yahya bin Ali al-Hajuri

6  Jumadil Ula 1434H

Penerjemah:
Abu ‘Abdirrohman ‘Utsman As-Semarangi
Abu ‘Abdirrohman Shiddiq Al-Bugisi

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده
ورسوله صلى الله عليه وعلى آله  وسلم كثيرا أما بعد

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
[التوبة: 71]
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah ‘Aziz (Maha Perkasa) lagi Hakim (Maha Bijaksana).
[At Taubah: 71].

Dan syahid dari ayat ini adalah firman-Nya:
بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ
sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain… sampai akhir ayat,

Dan Allah subhanahu berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ
[المائدة: 54]

“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agama-Nya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir, berjihad dijalan Allah, dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
[Al Maidah 54]. Lebih Lengkap…..

الثلاثاء 08 جمادى الأولى 1434 -

Nasihat Yang Membangun untuk Syaikh Al ‘Allamah Rabi’ (Audio + Terjemahan) Bag.2

NASIHAT YANG MEMBANGUN UNTUK
SYAIKH AL ‘ALLAMAH RABI’
Bag.2

Jawaban sekaligus nasihat serta teguran untuk Syaikh Rabi’ yang berkaitan dengan tahdzirannya yang tidak benar terhadap Syaikh Yahya hafidzahumallah

www.isnad.net
Suara Audio:
Abu ‘Abdirrohman Yahya bin Ali al-Hajuri

6  Jumadil Ula 1434H

Penerjemah:
Abu ‘Abdirrohman ‘Utsman As-Semarangi
Abu ‘Abdirrohman Shiddiq Al-Bugisi

بسم الله الرحمن الرحيم

Diambil dari jalsah(pertemuan) assunnah bersama Al’alamah syaih Robi’ bin hadi almadkholy 13 maret yang bertepatan malam Rabu….

Syaikh kami Yahya berkata: Judul ini yakni kalimat: bulan Maret, hendaknya diganti dengan penanggalan hijriyah, sebagai nasehat untuk penulis ini, wafaqohulloh, karena penanggalan hijriyah adalah sesuatu yang dilakukan oleh umumnya para ulama’, jumhur mereka. Telah mengumpulkan kholifah Umar rodhiyallohu anhu para  manusia untuk menetapkannya. Adapun penanggalan seperti ini, Maret dan semisalnya tidak perlu padanya manusia, sebagaimana perkara seperti ini, ataupun lembaran-lembaran ahlussunnah yang mereka menyukai penanggalan hijriyah, walillahilhamd. Na’am, tidak perlu penanggalan Maret, April, Februari dan yang selainnya.

yang bertepatan malam Rabu tanggal 1 Jumadil awal tahun 1434 hijriyah. Kami dari rombongan ihwan masjid dar assunnah menziarahi Syaih Robi bin hadi almadkholy dirumahnya yang ada di Makkah kerajaan Assu’udiyah. Sebagaimana yang kalian ketahui bahwa Syaih dibeberapa hari yang lalu dalam keadaan sakit.

Lebih Lengkap…..

الخميس 10 جمادى الأولى 1434 -

Nasehat yang bernilai tinggi untuk Syaikh Robi’ al-Madkholiy (bag.1)

NASIHAT YANG BERNILAI TINGGI
UNTUK FADHILATUSY ASY SYAIKH ROBI’ AL MADKHOLI

(Bagian 1 )
oleh:
Fadhilatusy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه
الله
(diterjemahkan berdasarkan naskah tertulis yang telah disempurnakan langsung oleh Asy Syaikh Yahya –semoga Alloh menjaga beliau-)

Diterjemahkan Oleh Al Faqir Ilalloh:
Abu Fairuz Abdurohman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy
Dan

Abu Umar Ahmad Rifa’iy Al Jawiy Al Indonesiy
-semoga Alloh memaafkan keduanya-

Judul Asli:
“An Nushhur Rofi’ ‘Ala Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Robi’”
(Al Juz’uts Tsani)

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar Penerjemah

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين أما بعد:

Sesungguhnya upaya ahli batil untuk mengadu domba antar ulama dan antar kaum mukminin terus berlangsung. Dan perbuatan ini termasuk dosa besar.

Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما yang berkata:

مر النبي صلى الله عليه وسلم على قبرين فقال: «إنهما ليعذبان وما يعذبان من كبير» ثم قال: «بلى، أما أحدهما فكان يسعى بالنميمة، وأما أحدهما فكان لا يستتر من بوله». قال: ثم أخذ عودا رطبا فكسره باثنتين ثم غرز كل واحد منهما على قبر ثم قال: «لعله يخفف عنهما ما لم ييبسا».

“Nabi صلى الله عليه وسلم melewati dua kuburan yang sedang disiksa, maka beliau bersabda: “Keduanya disiksa,dan bukanlah keduanya disiksa karena perkara besar.” Lalu beliau bersabda: “Bahkan karena dosa besar. Adapun salah satunya dia itu sering berjalan menebar adu domba. Adapun yang lain tidak menghindarkan diri dari kencingnya.” Kemudian beliau mengambil sebatang dahan basah, lalu beliau membelahnya jadi dua, lalu beliau menanamnya ke masing-masing kuburan tadi, seraya bersabda: “Semoga siksaan keduanya diringankan selama kedua dahan ini belum kering.” (HR. Al Bukhoriy (1378) dan Muslim (292)).

Dan dari Hammam yang berkata: Kami pernah bersama Hudzaifah, maka dikatakan pada beliau: sesungguhnya ada seseorang yang suka melaporkan pembicaraan ke Utsman. Maka Hudzaifah berkata: Aku mendengar Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

«لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ ».

“Tukang adu domba tak akan masuk Jannah.” (HR. Al Bukhoriy (6056) dan Muslim (105)). Lebih Lengkap…..

الجمعة 18 جمادى الأولى 1434 -

Nasehat yang bernilai tinggi untuk Syaikh Robi’ al-Madkholiy (bag.2)

NASIHAT YANG BERNILAI TINGGI
UNTUK FADHILATUSY ASY SYAIKH ROBI’ AL MADKHOLI

(Bagian 2 – selesai )

oleh:
Fadhilatusy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه
الله
(diterjemahkan berdasarkan naskah tertulis yang telah disempurnakan langsung oleh Asy Syaikh Yahya –semoga Alloh menjaga beliau-)

Diterjemahkan Oleh Al Faqir Ilalloh:
Abu Fairuz Abdurohman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy
Dan

Abu Umar Ahmad Rifa’iy Al Jawiy Al Indonesiy
-semoga Alloh memaafkan keduanya-

Judul Asli:
“An Nushhur Rofi’ ‘Ala Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Robi’”
(Al Juz’uts Tsani)

www.isnad.net

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar Penerjemah

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين أما بعد

Sesungguhnya segala puji bagi Alloh ta’ala yang memberkahi usaha kami untuk menyelesaikan terjemah “An Nushhur Rofi’ ‘Ala Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Robi’” (Al Juz’uts Tsani), dan ini adalah bagian kedua/akhir dari rangkaian terjemah tersebut.

Kami menerjemahkan ini bukan dalam rangka persaingan akan tetapi menjalankan niat sejak awal untuk menyebarkan kebaikan dan memenuhi permintaan yang ditujukan kepada kami untuk membantah para ahli ahwa yang memakai ketergelinciran para ulama untuk menghantam dakwah salafiyyah. Selanjutnya kami persilakan para pembaca apakah memilih untuk membaca terjemahan kami ataukah terjamahan saudara-saudara yang lain.

Jika ada yang bertanya: “An Nushhur Rofi’” juz pertama itu kapan?

Jawabnya: itu adalah ceramah Asy Syaikh Yahya حفظه الله pada malam Jum’at, 10 Syawwal 1432 H.

Adapun untuk yang juz dua adalah yang kami terjemahkan sekarang ini, ceramah pada malam senin, 6 Jumadal Ula 1434 H

Dengan ini selesailah penerjemahan bagian kedua/akhir dari “An Nushhur Rofi’” semoga  bermanfaat dan bisa meluruskan persepsi yang keliru.

والحمد لله رب العالمين

Selamat menyimak, semoga Alloh memberkahi dan memberikan taufiq pada kita semua. Lebih Lengkap…..

الأحد 20 جمادى الأولى 1434 -

Muqoddimah Untuk asy-Syaikh Robi’ al-Madkholi

KALIMAT PEMBUKA
DARI RISALAH “NASIHAT BERNILAI TINGGI

www.isnad.net
Bagian Pertama
Untuk al Walid al ‘Allamah Asy Syaikh Robi’ Al Madkholi

Ditulis oleh:
Syaikh Yahya bin Ali al Hajury
Diterjemahkan Oleh:
Abu Umar Ahmad Ar Rifa’iy

Dan
Abu Mas’ud Syamsul Al Jawiy

Semoga Alloh memaafkan keduanya

Darul Hadits Dammaj – 22 Jumadil Awwal 1434H

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله  أما بعد

Sesungguhnya  kami tidak tahu apa yang mendorong Syaikh Robi’ untuk menyalakan api fitnah terhadap dakwah salafiyah di Yaman sejak beberapa tahun ini. Dengan mengadu domba di antara para da’inya! Dan (dengan) mengobarkan revolusi serta Ashobiyah (kefanatikan) dengan yang ini lawan yang ini, dengan perbuatan yang mengherankan. Dan kami mengharapkan (agar) beliau woffaqohulloh menjauhi ini. Yang sungguh sangat jauh perbuatan (semacam) ini dilakukan oleh ulama yang mendapat petunjuk, yang punya semangat untuk keselamatan kaum mukminin dari fitnah yang insyaAlloh kita berharap termasuk dari mereka. Dan ini tadi menyerupai perbuatan yang dilakukan oleh orang yang disebut sebagai politikus yang berjalan di atas dasar yang salah: “pecah belahlah mereka, engkau akan bisa menguasai mereka.”

Dan ketika itu beliau mulai sibuk dengan menghasung orang terhadapku, sebelum terjadinya pergerakan (yang dilancarkan) salah seorang tullab markiz ini (Darul Hadits Dammaj), dia adalah Abdurrohman Adeny dan orang yang bersamanya (berupaya) melakukan pemberontakan terhadapku dan markiz ini, yang di dalamnya telah dididik mulai dari zaman Syaikh Muqbil rohimahulloh dan setelahnya. Kita tidak tahu-menahu kecuali setelah Abu Malik ar Riyasyi sepulang dari Makkah, dia duduk dengan sebagaian tullab dan ahlul bilad (penduduk asli Dammaj) berbicara dengan pembicaraan rahasia. Yakni sesungguhnya Syaikh Robi’ berkata : “Jauhkan al Hajury dari kursi dan penggantinya sudah ada”.

Mulailah terjadi fitnah dan terfitnahlah dengannya Abu Malik ar Riyasyi. Sampai akhirnya dia berpaling dari menuntut ilmu di Dammaj. Kemudian diapun singgah di Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Al Wushoby di Hudaidah yang pada kesempatan itu Syaikh Muhammad memintanya untuk menulis permintaan maaf. Lalu ditulislah lembar permintaan maaf terhadap apa yang telah dilakukan. Dan disebutkan di situ, sesungguhnya hal itu semata-mata dorongan dari seseorang yang dikira bahwa tidak akan muncul kesalahan yang besar ini darinya. Lebih Lengkap…..

الاثنين 27 جمادى الأولى 1434 -

Hujjah Atas Tuduhan Muhammad al-Imam (Bag.1)

بسم الله الرحمن الرحيم

Judul asli:
“At Tabyin Wal Inkar ‘Ala Ma Tadhommanahu Kalam Muhammad Al Imam Al Musamma Bil Ikhtishor”

Terjemah bebas:
“Penjelasan Dan Bantahan Terhadap Kandungan Tulisan Muhammad Al Imam
Yang Berisi Tuduhan”
~ Bagian Pertama ~

Ditulis Oleh:
Asy Syaikh Al ‘Allamah Abu Abdirrohman
Yahya Bin Ali Al Hajuriy

حفظه الله

Diterjemahkan Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy
dan
Abu Umar Ahmad Rifa’i Al Jawiy
Semoga Alloh memaafkan keduanya
www.isnad.net

Pengantar Penerjemah

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين أما بعد

Sebagian ikhwah yang mulia dan cemburu pada agamanya mengirimkan kepada kami cercaan-cercaan para hizbiyyin dengan bertopang pada risalah Muhammad bin Abdillah Ar Roimiy yang dijuluki sebagai “Al Imam”, dan menginginkan dari kami untuk mengirimkan bantahan.

Maka dalam kesempatan ini kami mengirimkan terjemah bantahan Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه الله untuk bagian yang pertama, semoga bermanfaat dan diberkahi. Lebih Lengkap…..

السبت 02 جمادى الثانية 1434 -

Hujjah Atas Tuduhan Muhammad al-Imam (Bag.2)

بسم الله الرحمن الرحيم

Judul asli:
“At Tabyin Wal Inkar ‘Ala Ma Tadhommanahu Kalam Muhammad Al Imam Al Musamma Bil Ikhtishor”

Terjemah bebas:
“Penjelasan Dan Bantahan Terhadap Kandungan Tulisan Muhammad Al Imam
Yang Berisi Tuduhan”
~ Bagian Kedua/Selesai~

Ditulis Oleh:
Asy Syaikh Al ‘Allamah Abu Abdirrohman
Yahya Bin Ali Al Hajuriy

حفظه الله

Diterjemahkan Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy
dan
Abu Umar Ahmad Rifa’i Al Jawiy
Semoga Alloh memaafkan keduanya
www.isnad.net

Pengantar Penerjemah

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين أما بعد

Ini bagian kedua (terakhir) dari terjemahan “At Tabyin Wal Inkar” dari jawaban asy-Syaikh Yahya al-Hajuriy -semoga Alloh menjaganya- terhadap tuduhan Muhammad al-Imam, dan semoga makin banyak ikhwah yang membacanya dan mendapatkan hidayah dengannya jazakumullohukhoiro. Ketahuilah..kebenaran itu lebih kuat daripada para tokoh, dan kebenaran itu diketahui dengan dalil dan hujjahnya, bukan dengan kharisma dan nama besar.

Berkata Abu Abdirrohman Yahya bin Ali al-Hajuri -semoga Alloh menjaganya-: Lebih Lengkap…..

الأربعاء 06 جمادى الثانية 1434 -

Soal-Jawab: Penjelasan Ringkas dan Berisi Untuk Beberapa Soal Dari Sulawesi

PENJELASAN RINGKAS DAN BERISI
UNTUK BEBERAPA SOAL DARI SULAWESI

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين أما بعد

Berkata Abu Fairuz (Dammaj, 10 jumadil akhir 1434H)
” Telah sampai pada saya soal dari tanah air (yang dikirim melalui surat elektronik dari hanifahxxxxx@yahoo.co.id ke pengelola isnad.net ;ed) yang isinya mengandung beberapa pertanyaan sebagai berikut:

  1. Apa makna hadits berikut:
    “Barang siapa menghilangkan satu kesulitan dari kesulitan dunia dari seorang mukmin, maka Alloh akan hilangkan darinya satu kesulitan hari kiamat.”
    (HR. Muslim No. 2699)
    Kesulitan dunia yang seperti apa yang dimaksudkan oleh hadits tersebut? Apakah yang sesuai syari’at saja? Pernah teman saya ingin meminjam flashdisk saya untuk meng-copy film-film Korea, maka saya tidak meminjamkannya karena saya pikir jika saya meminjamkannya berarti saya menolong dia dalam bermaksiat kepada Alloh. Apakah tindakan saya sudah benar?
  2. Bagaimana kaidah untuk mengetahui bahwa suatu perbuatan/perkataan tersebut adalah suatu bentuk tasyabbuh kepada kaum kuffar?
  3. Apakah sudah ada majelis ilmu salafy di Sulawesi Barat (khususnya daerah Mamuju)? Karena yang ada adalah majelisnya ustadz-ustadz yang bersama Ust. Dzulqarnain…
  4. Di Makassar ada ORMAS Islam yang mengaku bermanhaj Ahlus Sunnah yaitu WAHDAH ISLAMIYYAH, akan tetapi metode dakwahnya cenderung mirip dengan metodenya Ikhwanul Muslimin, apakah sudah ada tahdzirnya dari para ulamaa’ dan apakah mereka masih di garis Ahlus Sunnah? Pengalaman di kampus jika kita telah keluar dari organisasi tersebut maka kita diboikot dan dijauhi…
  5. Saya harap salafiyyin di Indonesia bisa bersatu… sangat disayangkan jika terjadi perpecahan seperti yang terjadi saat ini….

Maka dalam kesempatan yang amat terbatas ini, dengan memohon pertolongan pada Alloh saya sampaikan jawaban sebagai berikut: Lebih Lengkap…..

الاثنين 11 جمادى الثانية 1434 -

Kabar Dammaj -13 Jumadil Akhir 1434H-

KABAR DARUL HADITS – DAMMAJ

- Update 13 Jumadil Akhir 1434H-

dan telah dikabarkan kepada kami -sejak 11 Jumadil akhir- dari Abu Fairuz (Dammaj), berkata “..sejak ana datang, tiap tahun ada banjir dan ada rumah/kamar yang rusak karena bahannya memang dari tanah liat yang tidak dibakar, yang selamat tambah tahun tambah lemah butuh renovasi.  Kuburan yang asli sejak dulu tidak perna rusak, tapi saat hishor kami tidak bisa mengubur disana sehingga syaikh (yahya al-hajuri -semoga Alloh menjaganya- ;ed) beli tanah pekarangan orang. itulah makam syuhada tersebut . Memang rawan banjir, kemarin hujan deras campur es, lalu banjir besar. Kuburan ikhwan yang gugur di dalam hishor runtuh. Syaikh Yahya perintahkan agar kubur mereka diperkuat. Beliau ingatkan bahwa mereka adalah saudara-saudara kita yang tercinta, mereka telah korban darah dan segalanya untuk Alloh. Saat kuburan digali dan jenazahnya dipindahkan, para ikhwah lihat kondisinya masih utuh,darah mereka masih segar, kondisi mereka seperti baru dikubur kemarin. Syaikh Yahya sampai umumkan itu hari sabtu, ahad dan senin. Lebih Lengkap…..

الأربعاء 13 جمادى الثانية 1434 -

Lebatnya hujan Tuduhan diatas Dammaj (Bag.1)

DAMMAJ:
DIBAWAH LEBATNYA
HUJAN TUDUHAN

(Bagian pertama)

Oleh:
Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid Bin Yahya Al-Hajury
hafidhohulloh

Penerjemah:
Abul `Aliyah Rofi`i bin Djiekan el-Kanori

-waffaqohulloh wa ghofaro lah wa waalidaihi wa jamiil-muslimin-

- 13 Jumadil Akhir 1434H-

بسم الله الرحمن الرحيم

PENDAHULUAN PENERJEMAH

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يُضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.أما بعد:

Sesungguhya segala puji hanyalah bagi Allah semata. Kita memuji-Nya, meminta pertolongan dan memohon ampunan hanya kepada-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri-diri kita dan kejelekan perbuatan-perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Amma ba’du:

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

﴿ الم * أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ * وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ *  ﴾ [العنكبوت: 1 – .[3

“Alif laam miim, apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu saja mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji sama sekali? Sesungguhnya Kami telah menguji para generasi sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan orang-orang yang dusta.” [Al-Ankabut: 1-3].

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

﴿ أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا ﴾    [البقرة: 214[

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, Padahal belum datang kepada Kalian (cobaan), sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan)” [Al-Baqoroh: 214].

Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman:

﴿  أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ  ﴾  [آل عمران: 142[

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kalian dan belum terbukti orang-orang yang sabar?”[Ali-Imroon:142]. Lebih Lengkap…..

الخميس 14 جمادى الثانية 1434 -

Lebatnya tuduhan diatas langit Dammaj (Bag.2)

DAMMAJ:
DIBAWAH LEBATNYA
HUJAN TUDUHAN

(lanjutan bag.2)

Oleh:
Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid Bin Yahya Al-Hajury
hafidhohulloh

Penerjemah:
Abul `Aliyah Rofi`i bin Djiekan el-Kanori
-waffaqohulloh wa ghofaro lah wa waalidaihi wa jamiil-muslimin-

- 13 Jumadil Akhir 1434H-

* Sebuah catatan ringan untuk mengenal Syi’ah, diantara ciri yang merupakan pokok inti ideologi agama Syi’ah adalah:

a]- Keyakinan -sebagaimana kaum muslimin meyakini rukun Islam- adanya wasiat tekstual, khusus dan rahasia  dari Alloh ـ ـ kepada Rosululloh shallallahu ‘alayhi wasallam berupa ke-Pemimpinan mutlak yang wajib dan harus di serahkan untuk Ali Bin Abi Tholibت setelah meningalnya Beliau n dengan tidak boleh adanya pemisah seperti Abu Bakr, Umar dan Utsmanي, jika kepemimpinan mutlak yang mereka istilahkan dengan “Al-Wilaayah” tersebut jatuh ketangan orang lain –seperti tiga orang ي di atas-  atau selain Ahlul Bait Nabi n maka hal itu terjadi adalah karena karena dua sebab, tidak ada yang lainnya.

Pertama; karena mereka bertigaي dan seluruh Sahabat lainnya yang mensepakati mereka bertiga adalah orang-orang yang Dholim, karena mereka merampas kepemimpinan tersebut dari tangan Ahlulbiat. Maka artinya mereka ي telah kafir karena menerjang ketentuan wajib yang telah di bakukan Alloh ــ , sekaligus penganiayaan terhadap Ahlul-bait dan hak-hak mereka karena mencegah mereka dari warisan yang seharusnya mereka terima, atau-

Kedua; bisa jadi karena Taqiyyah dari para Imam Ahlulbait yang berjumlah 12 orang sebagaimana yang mereka sangka dan mereka batasi, yakni para Imam yang berjumlah 12 orang tersebut semua dengan sengaja berpura-pura menyerahkan kepemimpinan untuk orang lain demi menyelamatkan ‘agama’ (Syi’ah) mereka. Lebih Lengkap…..

الخميس 14 جمادى الثانية 1434 -

Dari Al-Buwaithi hingga Al-Hajuri

DARI AL-BUWAITHI – HINGGA AL-HAJURI

Lebih 1000 tahun waktu silih berganti
(mereka) ahli hadits telah datang dan pergi
terus pahamkan ummat tentang ilmu yang murni
membantah kesesatan dari generasi ke generasi
dari al-buwaithi ¹ hingga al-hajuri

Diantara pergantian ditempat yg tidak dipungkiri
merupakan salah satu pusat ilmu syar’i
yang dirintis oleh imam al-wadi’i
padahal dulu terpatri untuk mengansingkan diri
(akan) tetapi takdir lain dari Illahi Robbi
dari tangannya dibuka dakwah ini
hingga berduyun dari timur hingga barat negeri
orang-orang mencari Wajah Robbi dan sunnah Nabi
untuk lanjutkan perjuangan ini
dan peringatkan ummat kejelekan para pendengki

dahulu al-wadi’i sudah ikuti jejak pendahulu generasi
sebelum dipanggil ilahi robbi – dipilih murid dia al-hajuri
tuk mendidik ummat diatas kursi
dengan nasehat kuat dan hujjah besi
datanglah para pemuda untuk datangi
dari kampung hingga penjuru negeri
meminta fatwa fiqih dan petunjuk manhaji

sejak tiada al-wadi’i
bergoyang kursi yang diduduki al-hajuri
ternyata sebelum kepergian al-wadi’i
telah datang para pendengki – untuk bicara dari hati ke hati
agar al-hajuri tidak duduk dikursi
sampai dia (al-wadi’i) berucap lirih “aku lebih mengerti..”

Lebih Lengkap…..

السبت 16 جمادى الثانية 1434 -

Kembali ke Atas